Saw palmetto (Serenoa repens) merupakan tumbuhan yang biasa digunakan oleh suku Indian sebagai terapi tradisional dalam mengobati keluhan berkemih. Saw palmetto mengandung lauric acid, myristic acid, oleic acid, dan linoleic acid yang dapat menghambat enzim 5α-reduktase tipe 1, 2, dan berikatan dengan reseptor α-adrenergik sebagai inhibitor non-kompetitif. Kandungan fitosterol pada saw palmetto juga memiliki efek inhibisi pada beberapa growth factor seperti heparin binding epidermal growth factor (HBEGF), vascular endothelial growth factor (VEGF), dan platelet derived growth factor (PDGF). Selain itu, saw palmetto juga memicu efek anti-inflamasi pada prostat dengan cara menghambat ekspresi monocyte chemotactic protein-1 dan limfosit B, yang dapat berperan dalam progresivitas BPH.
Copyrights © 2018