Cermin Dunia Kedokteran
Vol 44, No 5 (2017): Gastrointestinal

Prevalensi dan Karakteristik Rinitis Alergi Anak 13-14 Tahun di Pontianak pada Maret 2016 Berdasarkan Kuesioner ISAAC dan ARIA-WHO 2008

Pasaribu, Putri Sondang (Unknown)
Nurfarihah, Eva (Unknown)
Handini, Mitra (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 May 2017

Abstract

Latar Belakang: Rinitis alergi adalah gejala inflamasi yang diperantarai sistem imun (IgE) saat membran mukosa hidung terpapar alergen. Belum ada penelitian prevalensi rinitis alergi di Pontianak. Objektif: Menghitung prevalensi dan karakteristik rinitis alergi anak usia 13-14 tahun di Pontianak pada bulan Maret 2016.Metodologi: Penelitian potong lintang pada 100 siswa SMP di Kota Pontianak. Data diperoleh menggunakan kuesioner ISAAC dan ARIA-WHO. Lima karakteristik yang dinilai: jenis kelamin, derajat, sifat, klasifikasi ARIA-WHO dan gejala utama rinitis alergi. Hasil: Bersin adalah keluhan utama (34,2%). Prevalensi rinitis alergi adalah 38% (laki-laki 55,3% dan perempuan 44,7%). Sebagian besar derajat ringan (52,6%) dan intermiten (97,4%). Berdasarkan klasifikasi ARIA, terutama rinitis alergi ringan intermiten (52,6%). Simpulan: Prevalensi rinitis alergi di Pontianak pada usia 13-14 tahun adalah 38%. Anak laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Sebagian besar penderita diklasifikasikan ringan intermiten dengan gejala utama adalah bersin.Background: Allergic rhinitis is symptoms caused by immunologically mediated (IgE) inflammation after nasal mucous membrane exposed by allergens. No research has been conducted on allergic rhinitis prevalence in Pontianak. Objective: To estimate the prevalence and characteristics of allergic rhinitis among 13-14 year-old children in Pontianak in March 2016. Methods: One hundred junior high school students in Pontianak were included in this cross-sectional research. Data was obtained using ISAAC questionnaire and ARIA-WHO. Five characteristics were assessed: gender, allergic rhinitis severity, duration, ARIA classification and main symptom. Results: Sneezing is the most common main symptom (34,2%). The prevalence of allergic rhinitis was 38% (55,3% in boy and 44,7% in girl). Mostly mild (52,6%) and intermittent (97,4%); 52,6% classified as mild-intermittent allergic rhinitis based on ARIA-WHO classification. Conclusion: The allergic rhinitis prevalence among 13-14 year-old children in Pontianak was 38%. Boys were more frequent than girls. Most children with allergic rhinitis were classified into mild-intermittent with sneezing as the main symptom. 

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

CDK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut ...