Anisometropia merupakan gangguan penglihatan akibat perbedaan kekuatan refraksi antara mata kanan dan kiri lebih dari 1.00 D. Angka kejadian anisometropia disertai amblyopia adalah 47.6%, sedangkan angka kejadian anisometropia disertai strabismus adalah sebesar 9.5%. Deteksi dini anisometropia adalah pemeriksaan tajam penglihatan, uji aniseikonia, Worth four dots test, Hirschberg test, dan cover and uncover test. Sedangkan penanganan anisometropia adalah penggunaan lensa kacamata, lensa kontak, dan pembedahan.Anisometropia is due to more than 1.00 D difference in refractive power between right and left eye ; 47.6% anisometropia cases are accompanied by amblyopia, while 9.5% are accompanied by strabismus.Early detection of anisometropia is eyesight examination, aniseikonia test, Worth four dots tests, Hirschberg test, and cover and uncover test. Anisometropia is treted with lens glasses, contact lenses, and surgery.
Copyrights © 2016