Penyakit kardiovaskuler dan depresi adalah dua masalah kesehatan umum pada jutaan orang di seluruh dunia. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa depresi adalah faktor risiko penyakit jantung yang signifikan pada kasus baru dan meningkatkan morbiditas dan mortalitas penyakit jantung. Berbagai penelitian telah mempelajari mekanisme hubungan depresi dengan penyakit jantung, termasuk ketidakseimbangan aksis hipotalamus-pituitari-adrenal, gangguan irama jantung, inflamasi, hiperkoagulabilitas, dan efek perilaku. Morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskuler masih sering dikaitkan dengan pengobatan depresi. Memahami dampak dan mekanisme hubungan depresi dan penyakit jantung akan membantu pengembangan terapi yang bertujuan mengurangi prognosis buruk yang disebabkan kedua penyakit komorbid ini.Cardiovascular disease and depression are two of the most common health problem that affect millions of people worldwide. Studies have shown that depression is a significant risk factor for newly diagnosed heart disease and increases morbidity and mortality in established heart disease. Hypotheses and mechanisms that linked depression and heart disease include hypothalamic-pituitaryadrenal axis imbalance, heart rhythm disorder, inflammation, hypercoagulability, and psychosocial factors. Treatment of depression is still associated with morbidity and mortality of cardiovascular disease. Understanding the impact and mechanisms behind the association of depression and heart disease may allow development of treatments aimed at reducing bad outcomes caused by these comorbid illnesses.
Copyrights © 2015