Sindrom Asperger (AS) atau sindrom profesor kecil telah dikenal lebih dari 50 tahun yang lalu. Ditandai dengan adanya gangguan interaksi sosial, minat yang berulang, terbatas atau sempit, rutinitas yang repetitif, problematika komunikasi nonverbal, keunikan motorik, keanehan berbicara dan berbahasa disertai keterlambatan penguasaan bahasa dengan kecerdasan normal. Secara klinis dibedakan dari autisme dan high-functioning autism oleh ketiadaan keterlambatan berbicara. Tinjauan ini membahas mengenai sinonim, sejarah, definisi, epidemiologi, etiologi, potret klinis, karakteristik dan ciri khas, diagnosis, penyerta, diagnosis banding, pemeriksaan penunjang, penatalaksanaan, dan pencegahan sindrom Asperger.Asperger syndrome (AS) or little professor syndrome was described since over 50 years ago. It is characterized by social interaction impairments, narrow and restrictive or repetitive interests, repetitive routines, nonverbal communication problems, motor clumsiness, speech and language peculiarities with a lack of significant delays in language acquisition and with normal intelligence. It is clinically differentiated from autism and high-functioning autism by the absence of clinically delayed speech. This review discusses about synonyms, history, definition, epidemiology, etiology, clinical portraits, characteristics and pathognomonics, diagnostics, comorbidities, differential diagnosis, additional assessments, management, and prevention of AS.
Copyrights © 2015