Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan adat tradisi kebiasaan masyarakat Luyo dalam melakukan transaksi hutang piutang dengan akad gadai sawah, dan 2) menganalisis hubungan antara praktek gadai sawah pada masyarakat kecamatan Luyo dalam tinjauan etika bisnis Islam. Pendekatan penelitian ini multidisipliner, yaitu pendekatan teologis normatif (syar’i), pendekatan sosiologis dan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini tergolong jenis penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dengan interview (wawancara), dokumentasi, obsevasi dan menganalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan literature reviewi, aktivitas dalam analisis data yaitu, data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion drawing/verification (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk praktek adat akad gadai sawah pada masyarakat kecamatan Luyo yaitu, ta’gal ruttu, ta’gal naumboyang dan ta’gal sibare hasil kemudian kalau ditinjau dari etika bisnis Islam maka yang sesuai dengan etika bisnis Islam dengan konsep kesejahtraan dan kemaslahatan adalah ta’gal ruttu karena kedua belah pihak bisa mendapatkan kesejahtraan dan kemaslahaatan, berbeda dengan ta’gal naumboyang yang hanya memberikan kesejahtraan dan kemaslahatan hanya satu pihak yaitu pihak murtahin dan rahin cendrung terzalimi, kemudian ta’gal sibare hasil pada dasarnya sudah sesuai dengan etika bisnis Islam dengan konsep kesejahteraan dan kemaslahatan antara kedua belah pihak tetapi tidak boleh ada pihak yang merasa terzalimi atau terbebani.
Copyrights © 2016