Ketika campuran beton tidak memiliki tingkat stabilitas yang memadai, pasta semen mungkin tidak cukup kohesif untuk mempertahankan partikel agregat dalam menjaga kehomogenan. Hal ini menyebabkan perbedaan sifat mekanis dan daya tahan yang signifikan. Untuk mencegah terjadinya segregasi pada beton yang disebabkan oleh bilasan air disekitar beton maka pada campuran beton harus ditambahkan bahan tambahan (admixture/additive) yang bisa mempertahankan segregasi beton. Bahan tambahan disebut Anti Washout Agent (AWA), AWA adalah polymer unik yang berfungsi untuk meningkatkan kekompakan dan memberi variabel viskositas pada beton. Pada penelitain ini akan dibahas pengaruh pengunaan antiwasout agent sebanyak 0%; 0,25 %; 0,5 %; 0,75 %, 1 % dari berat semen terhadap sifat fisik (slump, slump flow, underwater flow, weight loss) dan sifat mekanis ( kuat tekan ) pada beton yang dircor dan direndam (curing) dalam air laut. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa semakin tinggi porsentase antiwasout agent yang ditambahakan maka semakin rendah nilai wasout pada beton segar. Untuk kuat tekan beton terjadi peningkatan kuat tekan pada dosis 0.25% dan pada dosis 0,50 , 0,75 serta 1 % terjadi penurunan kuat tekan
Copyrights © 2020