This Author published in this journals
All Journal SIGMA TEKNIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KANTOR SEWA DENGAN HIJAU PENEKANAN ARSITEKTUR Danang Setiono; Rahmat Kurniawan; Aria Alhadi
SIGMA TEKNIKA Vol 1, No 1 (2018): Sigma Teknika Vol 1 No 1 Ferbuari 2018
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2181.679 KB) | DOI: 10.33373/sigma.v1i1.1392

Abstract

Semakin banyaknya pengembang properti yang melakukan investasi di Pulau Batam memberikan pergerakan pembangunan salah satunya dalam bidang jasa perkantoran sebagai tempat usahanya. Dalam menanggapi hal tersebut diperoleh gagasan untuk merencanakan bangunan kantor sewa di kota Batam dengan jumlah lantai lebih dari satu. Konsep arsitektur hijau dengan beberapa strategi desain diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan gedung perkantoran sewa ini. Bentuk bangunan ini adalah bangunan bertingkat tinggi (high rise building) yang didalamnya terbagi atas beberapa fungsi ruang yang dipasarkan secara sewa.
PENGARUH PEMAKAIAN ADITIF ANTI WASHOUT AGENT (AWA) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIS BETON DENGAN VARIASI ALIRAN TURBULEN DAN FAS 0.50 PADA PENGECORANBAWAH LAUT Didi Efendi; Aria Alhadi; Badarudin Badarudin
SIGMA TEKNIKA Vol 3, No 2 (2020): SIGMA TEKNIKA, VOL.3 NO.2, NOVEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v3i2.3644

Abstract

Ketika campuran beton tidak memiliki tingkat stabilitas yang memadai, pasta semen mungkin tidak cukup kohesif untuk mempertahankan partikel agregat dalam menjaga kehomogenan. Hal ini menyebabkan perbedaan sifat mekanis dan daya tahan yang signifikan. Untuk mencegah terjadinya segregasi pada beton yang disebabkan oleh bilasan air disekitar beton maka pada campuran beton harus ditambahkan bahan tambahan (admixture/additive) yang bisa mempertahankan segregasi beton.  Bahan tambahan disebut Anti Washout Agent (AWA), AWA adalah polymer unik yang berfungsi untuk meningkatkan kekompakan dan memberi variabel viskositas pada beton.  Pada penelitain ini akan dibahas pengaruh pengunaan antiwasout agent sebanyak 0%; 0,25 %; 0,5 %; 0,75 %, 1 % dari berat semen terhadap sifat fisik (slump, slump flow, underwater flow, weight loss) dan sifat mekanis ( kuat tekan ) pada beton yang dircor dan direndam (curing) dalam air laut. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa semakin tinggi porsentase antiwasout agent yang ditambahakan maka semakin rendah nilai wasout pada beton segar. Untuk kuat tekan beton terjadi peningkatan kuat tekan pada dosis 0.25% dan pada dosis 0,50 , 0,75 serta 1 % terjadi penurunan kuat tekan
PENGARUH PENGGUNAAN ADITIF AWA TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIS BETON DENGAN VARIASI ALIRAN TURBULEN DAN FAKTOR AIR SEMEN 0.45 UNTUK PENGECORAN DALAM LAUT Winarko Bagus Susetyo; Aria Alhadi
SIGMA TEKNIKA Vol 2, No 2 (2019): Sigma Teknika, VOL.2 NO.2, November 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v2i2.3648

Abstract

Beton adalah bahan utama yang paling banyak digunakan sebagai material konstruksi di dunia. Hampir semua jenis konstruksi menggunakan beton sebagai bahan utama, seperti: gedung bertingkat, jalan, pembangunan jembatan, bendungan atau struktur lain yang terletak di bawah permukaan air. Untuk mempertahankan kualitas beton yang dihasilkan pada pengecoran bawah air maka jumlah beton yang dipakai harus ditambah sebanyak 25 – 30 % . Untuk mencegah atau mengurangi permasalahan di atas diperlukan pemakaian jenis beton khusus. Salah satu pilihan yang bisa digunakan adalah anti washout underwater concrete (AWUWC). AWUWC merupakan beton yang diberi bahan tambahan berupa anti washout agent (AWA).  Bahan ini merupakan polimer yang mampu membentuk jel setelah bereaksi dengan air, sehingga jel yang dihasilkan meningkatkan sifat kohesif serta viskositas pada beton segar. Dengan demikian daya tahan beton terhadap kehilangan berat oleh bilasan (washout) air di lokasi pengecoran akan bisa dikurangi atau dihilangkan. Pada penelitain ini akan dibahas pengaruh pengunaan antiwasout agent sebanyak 0%; 0,25 %; 0,5 %; 0,75 %, 1 % dari berat semen terhadap sifat fisik (slump, slump flow, underwater flow, weight loss) dan sifat mekanis ( kuat tekan ) pada beton yang dircor dan direndam (curing) dalam air laut. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa semakin tinggi porsentase antiwasout agent yang ditambahakan maka semakin rendah nilai wasout pada beton segar. Nilai kuat tekan beton tertingi tergadi pada dosis AWA 1 % , namun terjadi ketidak stabilan nilai kuat tekan pada dosis 0.25% dan 0.75 % .