Beton adalah bahan utama yang paling banyak digunakan sebagai material konstruksi di dunia. Hampir semua jenis konstruksi menggunakan beton sebagai bahan utama, seperti: gedung bertingkat, jalan, pembangunan jembatan, bendungan atau struktur lain yang terletak di bawah permukaan air. Untuk mempertahankan kualitas beton yang dihasilkan pada pengecoran bawah air maka jumlah beton yang dipakai harus ditambah sebanyak 25 – 30 % . Untuk mencegah atau mengurangi permasalahan di atas diperlukan pemakaian jenis beton khusus. Salah satu pilihan yang bisa digunakan adalah anti washout underwater concrete (AWUWC). AWUWC merupakan beton yang diberi bahan tambahan berupa anti washout agent (AWA). Bahan ini merupakan polimer yang mampu membentuk jel setelah bereaksi dengan air, sehingga jel yang dihasilkan meningkatkan sifat kohesif serta viskositas pada beton segar. Dengan demikian daya tahan beton terhadap kehilangan berat oleh bilasan (washout) air di lokasi pengecoran akan bisa dikurangi atau dihilangkan. Pada penelitain ini akan dibahas pengaruh pengunaan antiwasout agent sebanyak 0%; 0,25 %; 0,5 %; 0,75 %, 1 % dari berat semen terhadap sifat fisik (slump, slump flow, underwater flow, weight loss) dan sifat mekanis ( kuat tekan ) pada beton yang dircor dan direndam (curing) dalam air laut. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa semakin tinggi porsentase antiwasout agent yang ditambahakan maka semakin rendah nilai wasout pada beton segar. Nilai kuat tekan beton tertingi tergadi pada dosis AWA 1 % , namun terjadi ketidak stabilan nilai kuat tekan pada dosis 0.25% dan 0.75 % .
Copyrights © 2019