Tanah yang mempunyai kuat geser rendah akan berdampak pada terbatasnya beban yang dapat bekerja diatasnya, untuk itu perlu dilakukannya pemadatan tanah agar pori-pori dalam tanah bisa keluar dan dapat ditempati oleh partikel padat tanah. Namun pemadatan yang berlebihan pada tanah juga dapat menyebabkan struktur tanah menjadi rusak dan tidak mencapai kepadatan maksimum yang diharapkan. Pada penelitian ini, sampel tanah dipadatkan menggunakan alat Standard Proctor dengan variasi pukulan 21, 29 dan 33 pukulan, dan juga variasi lapisan 4 dan 5 lapis tanah. Pada tanah yang telah dilakukan pemadatan selanjutnya akan di uji kuat gesernya menggunakan alat Direct Shear, sehingga akan didapat berapa energi pemadatan yang baik untuk mendapatkan nilai kuat geser yang baik pula. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan energi tidak dipengaruhi secara linear melainkan nilai optimum energi pemadatan yang diperlukan untuk memperoleh kepadatan maksimum suatu tanah. Pemadatan yang kurang akan menghasilkan nilai kepadatan yang tidak maksimum, dan juga pemadatan yang berlebihan pada tanah tersebut menyebabkan struktur tanah menjadi rusak dan tidak mencapai kepadatan maksimum seperti yang diharapkan.
Copyrights © 2021