p-Index From 2021 - 2026
0.983
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SIGMA TEKNIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH ENERGI PEMADATAN TERHADAP NILAI KEPADATAN TANAH Dian Hastari Agustina; Yopi Yatul
SIGMA TEKNIKA Vol 2, No 2 (2019): Sigma Teknika, VOL.2 NO.2, November 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.866 KB) | DOI: 10.33373/sigma.v2i2.2067

Abstract

Parameter kekuatan dan deformasi tanah terkait dengan kepadatannya. Tanah timbunan dengan kualitas yang baik memerlukan pemadatan agar memperoleh tanah yang stabil dan memenuhi persyaratan teknis untuk membangun suatu struktur. Pada penelitian ini membandingkan energi pemadatan tanah metode proctor tes dengan metode proctor modified. Energi pemadatan adalah faktor penting dalam menentukan kekuatan tanah yang harus dipertimbangkan selama fase perencanaan. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai kepadatan Standard Proctor di laboratorium sebesar 1,63 gram/cm3 dan kepadatan modified proctor sebesar 2.18 gr/cm3.
Pengaruh Kadar Air Terhadap Kestabilan Lereng Rofi Wahyudi; Dian Hastari Agustina
SIGMA TEKNIKA Vol 5, No 1 (2022): SIGMATEKNIKA, VOL. 5, N0. 1, JUNI 2022
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v5i1.4153

Abstract

Permukaan tanah sebagian besar memiliki elevasi yang berbeda. Perbedaan elevasi ini dapat disebabkan oleh mekanisme alam maupun rekayasa manusia. Lereng adalah permukaan tanah (material) terbuka yang membentuk sudut tertentu dengan bidang datar (horisontal). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabiltas lereng dengan menggunakan software Geo-Studio Slope/W. Metode Bishop digunakan untuk menganalisis kestabilan lereng dengan pemodelan lereng berupa tinggi lereng 5 meter, bidang datar bawah lereng 15,14 meter bidang datar atas 9 meter dan sudut kemiringan lereng 35 derajat. Lereng berupa tanah timbunan dengan data propertis yang diperoleh dari penelitian laboratium uji pemadatan standar (Standard Proctor Test) dan uji geser langsung (Direct Shear Test) dengan nilai kadar air tanah timbunan yang bervariasi  -4%OMC, -2%OMC, OMC, +2%OMC dan +4%OMC . Hasil analisis kadar air -4%OMC diperoleh nilai faktor keamanan sebesar 1,725, kadar air -2%OMC diperoleh 1,276, kadar air OMC diperoleh sebesar 1,226, kadar air +2%OMC diperoleh sebesar 0,388, dan kadar air +4%OMC sebesar 0,289. Nilai - nilai faktor keamanan yang telah diperoleh menunjukkan semakin tinggi nilai kadar air pada tanah timbunan tersebut semakin rendah nilai faktor keamanan. Sehingga dapat disimpulkan jika nilai kadar air sangat berpengaruh terhadap kestabilan lereng
Perhitungan Daya Dukung Tiang Pancang Tunggal Dan Kelompok (Studi Kasus Proyek Hangar Lion Air Batam) Mulyono Mulyono; Dian Hastari Agustina
SIGMA TEKNIKA Vol 5, No 2 (2022): SIGMATEKNIKA, VOL. 5, N0. 2, NOVEMBER 2022
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v5i2.4646

Abstract

Pondasi tiang pancang merupakan struktur bagian bawah yang menumpu pada tanah keras atau pada tumpuan tanah yang padat dan bekerja sebagai penopang struktur yang berada diatasnya, jika struktur bawahnya kokoh maka struktur atas akan tetap berdiri kokoh, sebaliknya jika struktur bawahnya tidak kuat menahan struktur atasnya maka struktur atas akan runtuh, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya dukung pondasi tiang pancang tunggal dan kelompok dengan menggunakan metode Mayerhoff 1956 dan metode Luciano Decourt 1996 berdasarkan data SPT (Standart penetration test) dan data CPT (Cone penetration test), dengan beban maksimal bangunan sebesar 795 ton. Hasil perhitungan metode Mayerhoff berdasarkan data SPT untuk tiang pancang tunggal 25cm x 25cm mendapatkan nilai daya dukung Qall 16,08 ton, sedangkan berdasarkan data CPT 1 metode Mayerhoff mendapatakan nilai daya dukung Qall 14,43 ton dan CPT 2 mendapatkan nilai daya dukung sebesar 13,15 ton, sehingga beban (P)795 ton dapat di topang dengan pondasi tiang kelompok sebanyak  60 tiang pancang. Sedangkan hasil perhitungan metode Luciano decourt berdasarkan data SPT untuk tiang pancang tunggal 25cm x 25cm mendapatkan nilai daya dukung Qall  13,33, sehingga beban (P) 795 ton dapat di topang dengan pondasi tiang kelompok sebanyak 78 tiang pancang. Hasil perhitungan kedua metode tersebut dapat di gunakan sebagai acuan dalam perencanaan pondasi tiang pancang kelompok
PENGARUH ENERGI PEMADATAN TERHADAP KUAT GESER TANAH Primanita Ersyah Febrina; Dian Hastari Agustina
SIGMA TEKNIKA Vol 4, No 2 (2021): SIGMATEKNIKA, VOL. 4, N0. 2, NOVEMBER 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v4i2.3622

Abstract

Tanah yang mempunyai kuat geser rendah akan berdampak pada terbatasnya beban yang dapat bekerja diatasnya, untuk itu perlu dilakukannya pemadatan tanah agar pori-pori dalam tanah bisa keluar dan dapat ditempati oleh partikel padat tanah. Namun pemadatan yang berlebihan pada tanah juga dapat menyebabkan struktur tanah menjadi rusak dan tidak mencapai kepadatan maksimum yang diharapkan. Pada penelitian ini, sampel tanah dipadatkan menggunakan alat Standard Proctor dengan variasi pukulan 21, 29 dan 33 pukulan, dan juga variasi lapisan 4 dan 5 lapis tanah. Pada tanah yang telah dilakukan pemadatan selanjutnya akan di uji kuat gesernya menggunakan alat Direct Shear, sehingga akan didapat berapa energi pemadatan yang baik untuk mendapatkan nilai kuat geser yang baik pula. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan energi tidak dipengaruhi secara linear melainkan nilai optimum energi pemadatan yang diperlukan untuk memperoleh kepadatan maksimum suatu tanah. Pemadatan yang kurang akan menghasilkan nilai kepadatan yang tidak maksimum, dan juga pemadatan yang berlebihan pada tanah tersebut menyebabkan struktur tanah menjadi rusak dan tidak mencapai kepadatan maksimum seperti yang diharapkan.
PREDIKSI NILAI MODULUS RESILIEN LAPIS PONDASI ATAS BERDASARKAN NILAI DCP MENGGUNAKAN ALAT DYNAMIC CONE PENETROMETER PADA BEBERAPA TITIK JALAN KOTA BATAM Mulyati Mulyati; Dian Hastari Agustina
SIGMA TEKNIKA Vol 4, No 1 (2021): SIGMATEKNIKA, Vol. 4, N0. 1, Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v4i1.3223

Abstract

Hal penting yang digunakan dalam desain struktur perkerasan jalan adalah daya dukung lapisan tanah dasar. Daya dukung lapisan tanah dasar atau tanah lapis pondasi bisa diprediksi dari nilai modulus resilien. Untuk mengetahui nilai modulus resilien bisa menggunakan persamaan rumus dari nilai DCP ataupun CBR. Uji DCP memiliki beberapa keunggulan dibandingkan CBR, antara lain alat yang digunakan sederhana, ekonomis, dan prosedur pelaksanaannya mudah dilakukan. Studi ini dilakukan untuk memprediksi nilai modulus resilien lapis pondasi berdasarkan nilai DCP. Metode pengujian dilakukan di laboratorium dan pengambilan data langsung di lapangan. Pengujian di laboratorium meliputi pemeriksaan kadar air, Batas cair dan batas plastis, Batas Susut serta Analisa Saringan. Pengujian laboratorium dilakukan untuk menentukan karakteristik tanah dari sampel yang diuji. Sedangkan pengujian langsung di lapangan dengan menggunakan alat DCP. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik tanah dari empat sampel tanah di ruas jalan Patam-Tiban, Matakucing-Sekupang, Sei Temiang-Sekupang dan Tanjung Uncang-Simpang Basecamp diperoleh klasifikasi tanah berdasarkan sistem AASHTO termasuk dalam kelompok A – 2 – 4 atau Material Kerikil Berlanau atau Berlempung dan Pasir dengan penilaian umum sebagai tanah dasar sangat baik sampai buruk. Sedangkan berdasarkan sistem USCS termasuk ke dalam kelompok SC (pasir berlanau, campuran pasir-lempung). Modulus resilien pada ruas jalan Patam-Tiban, Matakucing-Sekupang, Sei Temiang-Sekupang dan Tanjung Uncang-Simpang Basecamp yang didapat kecil sehingga tanah lapis pondasi pada jalan tersebut harus dipadatkan lagi.
ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN PERKUATAN SHOTCRETE MENGGUNAKAN PLAXIS (STUDI KASUS : RUAS JALAN TAREMPA – RINTIS STA 07+800 KAB. ANAMBAS) Muhammad Fatoni AgustinEko Nugroho Putro; Dian Hastari Agustina
SIGMA TEKNIKA Vol 6, No 1 (2023): SIGMATEKNIKA, VOL. 6, N0. 1, JUNI 2023
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v6i1.5150

Abstract

Analisis stabilitas lereng dalan rekayasa geoteknik akan selalu diikuti perkembangan dalam bidang mekanika tanah. Masalah stabilitas lereng disebabkan karena adanya gangguan keseimbangan lereng tersebut. Keruntuhan lereng sering diakibatkan karena meningkatnya tegangan geser suatu massa tanah atau menurunnya kekuatan geser suatu massa tanah. Tujuan utama dari analisis kestabilan lereng adalah untuk mendapatkan nilai faktor keamanan. Berdasarkan SNI 8460-2017 nilai faktor keamanan yang diambil adalah 1,5 dengan memperhatikan biaya dan konsekuensi dari kegagalan lereng dengan tingkat ketidakpastian kondisi analisis. Hasi dari analisis kestabilan lereng ruas jalan Tarempa – Rintis STA 07+800 pada kondisi awal didapatkan faktor keamanan sebesar 1,183 pada kondisi tanah jenuh, sehingga diperlukan penanganan pada lereng agar tidak terjadi kelongsoran yang menyebabkan terganggunya arus lalu lintas. Perkuatan shotcrete menjadi metode yang dipilih sebagai proteksi kestabilan lereng yang mendapatkan nilai faktor keamanan sebesar 1,730 dalan kondisi jenuh setelah dilakukan analisis dengan program Plaxis.