Setiap bagian dari konsep ajaran Islam selain memiliki basis normatifnya dari teks keagamaan atau nash, baik Alquran maupun hadis, juga memiliki aspek historis atau kesejarahan dalam pengertian bahwa ajaran wahyu dijabarkan atau dijelaskan oleh para tokoh Islam yang berkembang dalam proses sejarahnya yang panjang. Aspek kesejarahan ini –karena menyangkut pemahaman, tafsiran, penjabaran oleh manusia karena sifatnya sebagai bagian dari produk kesejarahan– mengalami pergeseran dan perbedaan pemahaman antartokoh. Ini juga terjadi pada setiap konsep ajaran para sufi, termasuk konsep ridha, meskipun masing-masing tokoh mengklaim bahwa pemahaman sufistiknya tentang ridha ditarik dari pemahaman dari kitab suci dan hadits. Berikut dikemukakan uraian perkembangan konsep ridha di kalangan tokoh-tokoh tasawuf, terjadinya pergeseran konsep tersebut, latar belakang terjadi perbedaan pemahaman tersebut.
Copyrights © 2009