Pandemi COVID-19 yang diikuti dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak signifikan terhadap kegiatan pelayanan gizi di masyarakat terutama berdampak pada jumlah kunjungan Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) di Puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan kunjungan POSYANDU di Wilayah Kerja Puskesmas se-Kota Solok antara masa sebelum pandemi dengan masa tanggap darurat COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menganalisis data laporan rekapitulasi SKDN sebelum pandemi (Oktober 2019 – Februari 2020) dan selama pandemi (Maret – Oktober 2020) di Puskesmas se-Kota Solok. Kunjungan POSYANDU mengalami penurunan signifikan di Bulan April 2020 pada Puskesmas Nan Balimo (17,9%), Puskesmas Tanah Garam (0,5%), Puskesmas KTK (3,8%) dan Puskesmas Tanjung Paku (7,4%). Pandemi COVID-19 berdampak pada penurunan persentase kunjungan POSYANDU di Wilayah Kerja Puskesmas se-Kota Solok. Hampir semua POSYANDU tidak beroperasi selama Bulan April dan Mei 2020. Diharapkan agar Puskesmas dapat terus berkoordinasi dengan lintas sektor secara intensif sehingga pelayanan gizi di POSYANDU tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan. Puskesmas dapat memanfaatkan peran media sosial dan teknologi lain yang berkembang saat ini untuk menunjang pelayanan kesehatan dengan melakukan promosi kesehatan digital.
Copyrights © 2022