Karsinoma prostat merupakan keganasan yang berasal dari epitelkelenjar asini prostat. Keganasan ini menyerang pasien yang berusia di atas 50 tahun, diantaranya 30% menyerang pria berusia 70-80 tahun dan 75% pada usia lebih dari 80tahun. Insiden karsinoma prostat di Indonesia tidak diketahui.Metode diagnosis untukmendeteksi kanker prostat meliputi DRE (Digital Rectal Examination), USG dan PSA(ProstatSpesific Antigen).Tujuan: untuk mengetahui perbedaan akurasi antara diagnosis pemeriksaan USG danpemeriksaan Histopatolgi pada karsinoma prostat.Metode: Desain penelitian yang digunakan ialah studi Cross Sectional Analytic. Metodepengambilan sampel adalah n sampel, yaitu semua pasien yang di diagnosis menderitakarsinoma prostat dalam rekam medik dicantumkan hasil pemeriksaan USG danpemeriksaan Histopatologinya.Uji hipotesis menggunakan metode uji Chi Square dan ujidiagnostik.Analisis menggunakanan alisis univariat, analisis bivariat, dan uji diagnostikuntuk menilai sensitivitas, spesifisitas, akurasi, Nilai Duga Positif (NDP), dan Nilai DugaNegatif (NDN).Hasil: Hasil uji statistik dengan Chi Square didapatkan Pvalue = 0,075 (Pvalue>α = 0,05)yang berarti terdapat perbedaan antara diagnosis pemeriksaan ultrasonografi danpemeriksaan histopatologi pada karsinoma prostat di RSUD. Dr. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung. Dan pada uji diagnostik diperoleh nilai sensitivitas 72,7%, spesifisitas63,3%, akurasi 65,85%, Nilai Duga Positif (NDP) 42,10% dan Nilai Duga Negatif (NDN)86,6%. Pemeriksaan Ultrasonografi merupakan pemeriksaan penunjang yang cukupefektif untuk dilakukan pada KarsinomaProstat.Kesimpulan: Terdapat perbedaan antara diagnosis Pemeriksaan Ultrasonografi danPemeriksaan Histopatologi pada Karsinoma Prostat di RSUD. Dr. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung (akurasi USG = 65,85%).
Copyrights © 2019