Rendahnya produksi dan mutu panili umumnya disebabkan oleh penerapan teknologi budidaya dan pasca panen yang belum sesuai. Usahatani panili secara monokultur yang umum dilakukan petani panili di Lampung menanggung resiko kegagalan yang besar dan belum mampu mengatasi kesulitan ekonomi keluarga tani. Kegiatan kajian penanaman tanaman sela pada tanaman panili yang belum menghasilkan (umur kurang dari 3 tahun) telah dilakukan di Kecamatan Jabung, Kabupatren Lampung Timur pada tahun 2007 dengan total luas areal 2 ha. Paket teknologi yang diterapkan antara lain adalah Model 1 (paket tekologi anjuran) seperti penggunaan klon unggul Anggrek panili, pemangkasan pohon penegak, pengguludan dan pemupukan, serta pola tanam panili-kedele dan panili-cabe rawit untuk tanaman panili yang belum menghasilkan, dan Model 2 (paket teknologi konvensional/tradisional) Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan peket teknologi budidaya dan meningkatkan pendapatan petani melalui pemanfaatan tanaman sela diantara tanaman panili yang belum menghasilkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan klon harapan Anggrek panili yang ditunjang dengan teknologi budidaya anjuran menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik jika dibandingkan dengan klon lokal dengan teknologi budidaya konvensional. Tanaman kedele dan cabe rawit yang ditanam diantara tanaman panili menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang relatif sama dengan yang di tanam secara monokultur. Pola tanam panili-kedele mampu menambah pendapatan petani sebesar Rp.1.691.000,-/ha/musim (selama 3 bulan) dan pola tanam panili-cabe rawit mampu menambah pendapatan petani sebesar Rp. 1.656.000,-/ha/musim (selama 3 bulan).
Copyrights © 2020