Orbital cellulitis adalah infeksi aktif jaringan lunak orbital yang terletak pada posterior dari septum orbital. Gambaran klinisnya antara lain demam, proptosis, kemosis, hambatan pergerakan bola mata. Keterlambatan pengobatan akan mengakibatkan progresifitas dari infeksi dan timbulnya sindroma apeks orbita atau trombosis sinus kavernosus. Tujuan dari penelitian ini menerapkan kecerdasan buatan berupa sistem pakar menggunakan metode demspter shafer untuk mendeteksi penyakit orbital cellulitis sedini mungkin serta mengemat biaya maupun waktu dalam menemui dokter. Hasil akhir yang diperoleh nilai keyakinan paling kuat adalah pasien mengidap penyakit SO (sellulitis orbita) yaitu sebesar 0.480 atau 48%, yang didapatkan dari gejala yang ada yaitu Kelopak mata bengkak, Kelopak mata merah/ungu dan Penglihatan Ganda.
Copyrights © 2022