Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Anemia di alamioleh 47% wanita hamil di Afrika sedangkan prevalensi anemia masih cukup tinggi di Indonesia.Menurut Depkes tahun 2005, penderita anemia pada remaja putri berjumlah 26,50% dan wanitausia subur (WUS) 26,9%. Menurut Sunarko (2010) menyatakan bahwa berdasarkan SurveyKesehatan Rumah Tangga prevalensi anemia remaja putri di Indonesia adalah 57,1%. Desainpenelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitianadalah remaja putri SMP Negeri 12 Kota Jambi yang berjumlah 90 orang. Sampel yang diambilsebanyak 60 orang, dipilih secara Total Sampling. Data penelitian ini menggunakan data primerdiperoleh melalui pemeriksaan kadar hemoglobin, pemeriksaan indeks masa tubuh dan pengisiankuesioner. Analisis univariat menggunakan deskriptif frekuensi dan analisis bivariat dilakukandengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antaraantara lama menstruasi dengan kejadian anemia (p-value 0,046), ada hubungan antarabanyaknya darah menstruasi dengan kejadian anemia (p-value 0,022), ada hubungan antarastatus gizi dengan kejadian anemia (p-value 0,029). Diharapkan remaja putri mengkonsumsimakanan yang banyak mengandung zat gizi agar memiliki status gizi yang normal sehingga tidakmudah terserang anemia.
Copyrights © 2020