Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) untuk mendeteksi kanker payudara harusdisosialisasikan lebih gencar. Pemeriksaan payudara sendiri dengan rutin merabanya merupakanlangkah penting untuk deteksi dini kanker payudara. Kebiasaan ini menjadi kebiasaan karenamudah, murah, cepat dan efektif untuk semakin mengenal dan menyadari jika terdapat suatu halyang tidak normal pada payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuandan sikap wanita usia subur terhadap pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di RT 15 KelurahanPaal Merah Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi Tahun 2019.Metodologi dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional.Populasi penelitian ini adalah semua wanita usia subur yang ada di RT Kelurahan Paal MerahKecamatan Jambi Selatan Kota Jambi Tahun 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakansample random sampling dengan jumlah 71 responden.Hasil penelitian ini menunjukkan dari 71 responden didapatkan 31 orang (43,7%)berpengetahuan rendah dan 40 orang (56,3%) berpengetahuan tinggi, 27 orang (38,0%) bersikapnegatif dan 44 orang (62,0%) bersikap positif, 32 orang (45,1%) yang tidak melakukanpemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan 39 orang (54,9%) yang melakukan SADARI.Uji statistik menunjukkan bahwa pengetahuan wanita usia subur mempunyai hubungan yangbermakna dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) (P value = 0,001) dan sikap wanitausia subur mempunyai hubungan yang bermakna dengan pemeriksaan payudara sendiri(SADARI) (P value = 0,020). Dengan demikian, bagi petugas kesehatan diharapkan untukmeningkatkan informasi tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), sehingga dapatmeningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang pentingnya pemeriksaan payudara sendiri(SADARI) dan dapat meningkatkan sikap wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaanpayudara sendiri (SADARI).