Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa MTsN Bireuen disebabkan karena pelaksanaan pembelajaran fisika yang dilakukan oleh guru masih menggunakan metode ceramah serta jarang menggunakan alat peraga atau melakukan praktikum. Sehingga pembelajaran fisika masih dianggap sulit oleh peserta didik. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah, (2) aktivitas guru dan siswa, dan (3) respon siswa MTsN Bireuen melalui model pembelajaran berbasis masalah berbantuan alat peraga pompa hidrolik sederhana konsep tekanan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian PTK yang terdiri dari 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) analisis data ketuntasan belajar siswa terjadi peningkatan sebesar 27,03%, pada siklus I sebesar 62,16% dan siklus II sebesar 89,19%, (2) aktivitas guru meningkat dari 85,63% pada siklus I menjadi 95,42% pada siklus II, sedangkan dari pihak siswa meningkat dari 84,17% pada siklus I menjadi 93,33% pada siklus II, (3) respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan alat peraga pompa hidrolik sederhana tergolong sangat baik, dengan persentase angket respon yang menyatakan sangat setuju mencapai 96,22% dan 3,78% siswa menjawab setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berbantuan alat peraga pompa hidrolik sederhana dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa MTsN Bireuen pada konsep tekanan. Kata Kunci : Berpikir kritis, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pompa Hidrolik sederhana.
Copyrights © 2016