Kesenian wayang kulit penyalonarangan diidentikkan dengan pertunjukan yang berkesan mistis. Selain memiliki kesan mistik, pertunjukan wayang kulit penyalonarangan memiliki ciri khas lainnya yakni penggunaan banten caru sebagai komponen penting pementasannya. Hal inilah yang menjadi fenomena pementasan wayang kulit penyalonarangan di Desa Intaran. Peneliti akan mengkajinya dengan fokus pada bentuk dan fungsi banten caru dalam pementasan wayang kulit penyalonarangan di Desa Intaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif. Pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: (1) bentuk banten caru dalam pementasan wayang kulit penyalonarangan di Desa Intaran meliputi: (a) jenis banten caru yakni caru eka sata ayam brumbun, (b) wujud fisik banten caru, (c) jejeroan dan segehan wong-wongan; (2) fungsi banten caru dalam pementasan wayang kulit penyalonarangan di Desa Intaran terdiri dari (a) sebagai sarana pengundangan dan penyomia, (b) sebagai sarana penjaga dalang.
Copyrights © 2021