Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama bagi anak-anak. Namun akibat pengaruh globalisasi dan modernisasi, muncul fenomena gaya hidup materialistis dan konsumeris, sehingga kebahagiaan yang hakiki diukur berdasarkan materi (artha). Gaya hidup demikian tentu dapat menyebabkan tergesernya makna keluarga, seperti halnya maraknya angka perceraian, disorganisasi keluarga, kurangnya perhatian orang tua pada anak, kekerasan rumah tangga dan degradasi pada generasi muda. Kehidupan masyarakat demikian, dikhawatirkan dapat menyebabkan nilai-nilai kearifan sosial, nilai-nilai spiritual, dan tugas orang tua dalam pembentukan karakter pada anak menjadi terabaikan. Terkait hal itu, terdapat suatu fenomena keluarga di kota Denpasar yaitu keluarga Graha Pasek yang diduga mampu mendidik karakter baik pada putranya, serta diduga mampu menjaga nilai keharmonisan antar anggota keluarga lainnya, sehingga peneliti merasa tertarik untuk melakukan pengkajian lebih dalam mengenai “Konstruksi Pembentukan Karakter pada Keluarga Sukhinah di Graha Pasek Banjar Kaja, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasarâ€.
Copyrights © 2021