Kelapa kopyor merupakan komoditas perkebunan yang masih lambat pengembangannya, karena masih diperlakukan sebagai tanaman sekunder diantara tipe tanaman kelapa lainnya. Keadaan ini mengakibatkan aspek usahatani, pemasaran, serta aspek ekonomi belum banyak diketahui, untuk itu perlu dilakukan analisis ushatani, pemasaran dan kelayakan investasi kelapa kopyor. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Kelayakan investasi diukur dengan metode Metode Net Present Value (NVP), dan Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Pay back Period (PbP). Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) di Kabupaten Sumenep, Propinsi Jawa Timur; Kabupaten Pati, Propinsi Jawa Tengah; dan Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaaan kelapa kopyor bersifat elastis terhadap perubahan pendapatan penduduk. Permintaaan terhadap kelapa kopyor belum dapat dipenuhi (excess demand) dan bersifat inelastic terhadap perubahan harga. Mata rantai perdagangan kelapa kopyor masih panjang dan menimbulkan margin ganda. Analisis investasi kelapa kopyor tipe Genjah menguntungkan untuk dikembangkan dengan skala minimum usahatani seluas 0,10 hektar atau setara dengan mengusahakan 18 pohon per petani, oleh karena itu layak dikembangkan dalam skala rumah tangga.
Copyrights © 2007