Pasar Rejowinangun sebagai pasar tradisional tertua di Magelang yang didirikan pada tahun 1923 adalah pasar terbesar di Kota Magelang. Tidak hanya memiliki fungsi sebagai alat kegiatan perdagangan, Pasar Rejowinangun juga menjadi salah satu tujuan wisata di Magelang. Selain itu, pasar ini juga menyediakan sarana interaksi sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil dan keberadaan Pasar Rejowinangun, termasuk menjelaskan strategi manajemen dan kontribusinya terhadap pembangunan daerah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran dengan teknik analisis deskriptif. Pasar Rejowinangun memiliki keberadaan yang terus meningkat dan berkelanjutan. Ini dapat dilihat dari kondisi pasar, infrastruktur, dan didukung oleh partisipasi yang memadai dari pedagang, konsumen, dan pemerintah yang benar-benar memperhatikan implementasi program, inovasi, dan promosi pasar. Dengan demikian, Pasar Rejowinangun memiliki kontribusi besar yang tidak hanya secara spasial dan sosial dan budaya tetapi juga dukungan dalam ekonomi dan pariwisata. Kata kunci: Pasar Tradisional, Keberadaan, Pembangunan Daerah
Copyrights © 2021