Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan prosedur pelaksanaan model cooperative learning tipe Team Assisted Individualization untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar menulis Jawa dengan aksara murda pada siswa kelas XI Bangunan A SMK Negeri 1 Magelang semester II tahun pelajaran 2018/2019; (2) untuk meningkatkan keaktifan belajar menulis Jawa dengan aksara murda pada siswa kelas XI Bangunan A SMK Negeri 1 Magelang semester II tahun pelajaran 2018/2019 melalui model cooperative learning tipe Team Assisted Individualization; (3) untuk meningkatkan hasil belajar menulis Jawa dengan aksara murda pada siswa kelas XI Bangunan A SMK Negeri 1 Magelang semester II tahun pelajaran 2018/2019 melalui model cooperative learning tipe Team Assisted Individualization. Jenis penelitian adalah PTK. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas XI Bangunan A SMK Negeri 1 Magelang semester II tahun pelajaran 2018/2019. Tenik pengumpulan data menggunakan: wawancara, observasi, tes, angket dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif.Hasil penelitian menyimpulkan: (1) Pembelajaran menulis Jawa dengan aksara murda dengan TAI untuk Kelas XI Bangunan A SMKN 1 Magelang dilaksanakan hingga dua siklus, setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan. Pada pembelajaran siswa dibuat kelompok-kelompok diskusi, sehingga pembelajaran dapat meningkatkan aktifitas siswa selama mengikuti pembelajaran, karena siswa menulis Jawa dengan aksara murda, berdiskusi dengan siswa lain untuk memahami materi dan menulis aksara Jawa; (2) Pembelajaran menulis Jawa dengan aksara murda dengan TAI dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa Kelas XI Bangunan A SMKN 1 Magelang, karena pada siklus I jumlah siswa yang mendapat nilai keaktifan pada pembelajaran menulis Jawa dengan aksara murda lebih besar atau sama dengan 75 berjumlah 20 siswa (66,67%), dan pada siklus II bertambah menjadi 30 siswa (100%); (3) Pembelajaran menulis Jawa dengan aksara murda dengan TAI dapat meningkatkan prestasi siswa Kelas XI Bangunan A SMKN 1 Magelang, karena sebelum diberikan pembelajaran menulis Jawa dengan aksara murda (pra siklus) jumlah siswa yang dapat tuntas belajar (KKM) berjumlah 10 siswa (33%). Setelah diberikan pembelajaran dengan TAI pada siklus I jumlah siswa yang tuntas belajar berjumlah 21 siswa (70%) dan pada siklus II bertambah lagi menjadi 28 siswa (93%) dari seluruh jumlah siswa. Kata Kunci: TAI, Keaktifan belajar, hasil belajar, menulis Jawa dengan aksara murda.
Copyrights © 2020