Latar Belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab kematian neonatal tertinggi di Provinsi Bali. Persentase BBLR di Provinsi Bali sebesar 2,7% dan di Kabupaten Buleleng sebesar 2,9%. Berat bayi saat lahir sebagian besar dipengaruhi oleh pertumbuhan janin yang berhubungan dengan kondisi ibu terutama status gizinya. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara ukuran Lingkar Lengan Atas (LLA) dan kadar Hemoglobin (Hb) ibu dengan kejadian BBLR di Puskesmas Buleleng I, II, III, dan Sukasada I tahun 2019-2020. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan data sekunder dari buku kohort puskesmas. Perbandingan jumlah kelompok kasus dan kontrol yaitu 1:2. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS 20. Uji hubungan ukuran LLA dan kadar Hb ibu dengan kejadian BBLR menggunakan uji chi-square. Hasil: diketahui terdapat hubungan bermakna antara ukuran LLA ibu (p = 0,021; OR = 4,572; 95% CI 1,305-16,017) dan kadar Hb ibu (p = 0,001; OR = 6,769; 95% CI 2,032-22,551) dengan kejadian BBLR. Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa ibu dengan LLA 23,5 cm memiliki risiko 4,571 kali lebih tinggi untuk melahirkan BBLR dibandingkan ibu dengan ukuran LLA normal dan ibu dengan anemia memiliki risiko 6,769 kali lebih tinggi melahirkan BBLR dibandingkan ibu dengan kadar Hb normal.
Copyrights © 2022