Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021

BIMBINGAN BELAJAR SAMBIL BERMAIN PADA ANAK USIA DINI DI KEL. MANGGA DUA

Yonna Beatrix Salamor (Universitas Pattimura Ambon)
Darsiansi M (Universitas Pattimura Ambon)
Irma Irma (Universitas Pattimura Ambon)
Victor Januaris Berutu (Universitas Pattimura Ambon)
Nurul Nurul (Universitas Pattimura Ambon)
Tineke Teslatu (Universitas Pattimura Ambon)
Umia Tomu (Universitas Pattimura Ambon)
Rizky Majid (Universitas Pattimura Ambon)



Article Info

Publish Date
25 Jul 2022

Abstract

Tantangan sebagai seorang pengajar yang mengajar anak usia dini. Tentunya harus lebih ekstra sabar dan telaten. Berbeda dengan mengajar anak-anak jenjang SD, SMP, dan SMA. Tentunya lebih mudah mengerti dan tidak membuat sang pengajar ekstra perhatian. Untuk mengatasi hal tersebut sang pengajar bisa mencari modul cara belajar anak usia dini, dengan begitu pengajar akan lebih mudah memahami karakter belajar anak. Modul bisa di download melalui laman google secara gratis. Memang cara mengajar anak usia dini tentunya sangat berbeda dengan jenjang yang lebih tinggi. Sosialisasi dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan . Dalam sosialisasi  mahasiswa KKN memberikan  bimbingan belajar sambil bermain kepada anak usia dini dengan waktu yang digunakan yaitu 1 X 45 menit. Dari hasil observasi dan kegiatan yang dilakukan secara langsung dapat diketahui bahwa anak-anak tidak nyaman dengan kondisi diam di tempat (lebih suka bergerak) sehingga jika memberikan materi dengan cara mengkombinasi materi tersebut dengan permainan, anak usia dini akan lebih menyukai dibanding belajar tanpa permainan. Serta manfaatnya bagi peserta didik yaitu: (1) pengenalan tentang orang lain, bermain memberikan jalan bagi perkembangan sosial anak ketika berbagi dengan anak lain. Dengan bermain bisa jadi sarana yang paling utama bagi pengembangan kemampuan bersosialisasi dan memperluas empati terhadap orang lain serta mengurangi sikap egosentrisme. (2). Pengenalan berbagai gerak. Untuk membantu memaksimalkan perkembangan fisik. Bermain dapat memacu perkembangan perseptual motorik. (3). Komunikasi berkembang. Dengan bermain, dapat jadi alat untuk belajar kemampuan berbahasa anak. Melalui komunikasi inilah anak dapat memperluas kosakata dan mengembangkan daya penerimaan mereka. (4) keterampilan berpikir. Materi keterampilan berpikir merupakan materi yang diberikan sebagai tujuan untuk mengembangangkan aspek kognitif anak. Selama bermain anak menerima pengalaman baru, memanipulasi bahan dan alat, berinteraksi dengan orang lain dan mulai merasakan dunia mereka.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

cdj

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Health Professions Public Health

Description

ommunity Development Journal : Jurnal Pengabdian masyarakat di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlawan yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Kesehatan, ...