Kultur jaringan adalah istilah umum yang digunakan untuk mendifinisikan suatu metode perbanyakan tanaman secara in vitro dengan menggunakan sel, jaringan, organ yang ditumbuhkan dalam media buatan yang kaya akan nutrisi dalam kondisi aseptik dalam wadah yang tembus cahaya. Melalui teknik kultur jaringan produksi metabolit sekunder juga dapat dilakukan. Kandungan metabolit sekunder dapat lebih besar apabila dihasilkan melalui teknik kultur kalus dan kultur suspensi sel daripada dari tumbuhan itu sendiri. Produksi metabolit sekunder dipengaruhi oleh eksplan, yaitu genetik dari eksplan, jenis eksplan seperti jaringan meristem, daun, kotiledon, hipokotil atau biji dan umur fisiologis dari eksplan. Eksplan terbaik adalah eksplan yang masih muda, yang berasal dari jaringan meristimatik. Pemilihan jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh harus disesuaikan dengan tipe kultur dan spesies tanaman yang dijadikan sumber eksplan. Penambahan vitamin dapat mengurangi stres dan meningkatkan pertumbuhan suatu kultur. Jumlah sukrosa yang ditambahkan dalam media bervariasi antara 1-10% tergantung jenis kultur dan spesies yang dikulturkan. Peningkatan senyawa metabolit sekunder dapat dilakukan dengan pemberian elicitor satu atau beberapa kali selama periode kultur. Penambahan elicitor dapat menghambat pertumbuhan kultur.
Copyrights © 2015