Pada bagian biji buah papaya terdiri dari embrio, jaringan bahan makanan, dan kulit biji yang dilapisi oleh suatu lapisan kulit biji yang berwarna keputihan, lunak, dan agak benik. Pada biji papaya terkandung berupa glucocide caricin dan carpai serta senyawa-senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, dan steroid. Biji papaya ini tidak hanya dijadikan sebagai benih melaikan biji papaya efektif untuk mengobati berbagai keluhan pada kesehatan tubuh. Biasanya biji papaya digunakan sebagai obat tradisional yang dapat meneymbuhkan gangguan pencernaan, obat cacing gelang, diare, penyakit kulit, kontrasepsi pria, bahan baku obat masuk angin dan sebagai sumber minyak dengan kandungan lemak-lemak tertentu. Oleh karena itu perlu dikakukan penelitian mengenai komponen senyawa metabolit sekunder pada ekstrak biji papaya dan mengetahui potensisi toksisitas.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui senyawa golongan apa saja diri suatu senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam biji papaya. Serta untuk mengetahui potensi toksisitas akut ekstrak biji papaya melalui metode BSLT dengan nilai LC 50 < 1000 ?g/ml. Penelitian ini dilaksanakan dengan beberapa tahap yaitu pembentukan ekstrak biji papaya, analisis kualitatif uji fitokimia untuk senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid, dan steroid melalui pereaksi spesifik, serta analisis kuantitatif berupa uji toksisitas dengan menghitung jumlah larva yang mati pada konsentrasi tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji kualitatif ekstrak biji papaya positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, triterpenoid, dan steroid. Saponin teruji negatef karena dilakukannya pengeringan dengan menggunakan oven sehingga saponin rusak, hal ini dikarenakan rentannya saponin terhadap suhu yang panas. Sedangkan pada uji kuantitatif ekstrak biji papaya positif bersifat sebagai toksisitas akut dengan nilai LC 50 410.875 ?g/ml.
Copyrights © 2015