Tanaman nona makan sirih merupakan perdu yang tumbuh merambat dan memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan fenolik, dimana kandungan metabolit sekunder dapat memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan aktivitas antibakteri daun nona makan sirih (Clerodendrum thomsoniae), serta mengidentifikasi metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan melihat kemampuan ekstrak dalam menekan radikal bebas DPPH, sedangkan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode disc diffusion dan KLT bioautografi. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol, fraksi n-heksana, dan fraksi etil asetat dengan nilai IC50 berturut-turut adalah 76,53 ppm, 196,20 ppm, dan 63,83 ppm. Metabolit sekunder yang diduga memiliki aktivitas antioksidan pada fraksi etil asetat dengan menggunakan eluen kloroform : metanol (7:3) adalah flavonoid dan kumarin. Ekstrak etanol dan fraksi etil asetat memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, dan metabolit sekunder yang diduga memiliki aktivitas antibakteri pada fraksi etil asetat dengan menggunakan eluen kloroform : metanol (9:1) adalah fenolik dan flavonoid.
Copyrights © 2017