Menyusui merupakan suatu proses alamiah, namun sering ibu-ibu tidak berhasil menyusui atau menghentikan menyusui lebih dini. Banyak alasan yang dikemukakan oleh ibu yang tidak menyusui anaknya, diantaranya ibu tidak memproduksi ASI yang cukup. Masih banyak ibu menyusui yang melakukan tarak atau pantangan makanan tertentu karena masih kuatnya tradisi tersebut di masyarakat. Hal tersebut yang menyebabkan ASI tidak berkualitas dan memenuhi kebutuhan bayi terutama dalam 6 bulan pertama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perilaku pantang makan pada ibu Nifas di BPS ―A‖ Balongtani Jabon Sidoarjo Tahun 2010. Desain penelitian adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu nifas di BPS ―A‖ Balongtani Jabon Sidoarjo pada bulan Januari – Juni sebanyak 73 orang. Teknik pengambilan sampel adalah dengan teknik consecutive sampling sebanyak 32 responden. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yaitu pantang makan pada ibu Nifas dan variabel dependen yaitu produksi ASI. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner, setelah ditabulasi data yang ada dianalisa dengan menggunakan Chi Square (χ2). Penelitian ini diperoleh hasil seluruhnya responden sebanyak 32 orang (100%) adalah ibu nifas, sebagian besar responden sebanyak 19 orang (59%) melakukan pantang makan, sebagian besar responden sebanyak 17 orang (53%) produksi ASInya tidak lancar dan ada hubungan pantang makan pada ibu nifas terhadap produksi ASI dengan menggunakan uji statistik Chi Square (χ2) didapatkan hasil : χ 2 hitung > χ 2 tabel = 4,394 > 3,84. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pantang makan pada ibu nifas dapat mempengaruh kelancaran produksi ASI. Sehingga perlunya peningkatan informasi tentang pantang makan pada ibu nifas, supaya ibu nifas mengetahui pentingnya makanan bergizi untuk kesehatan ibu dan bayi.
Copyrights © 2011