Pada tahun 2017 22,2% atau 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. 55% berasal dari Asia. 9 Juta berada di indonesia. Stunting berdampak pada banyak hal, dampak yang sangat penting menurut UNICEF dari hasil studi di Cebu oleh University of North Carolina, menemukan bahwa skor IQ anak-anak stunting usia lebih rendah. Menurut WHO upaya yang dapat dilaksanakan dengan Pemberdayaan Masyarakat. Dalam upaya peningkatan keterampilan kader diperlukan media edukasi yang mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan media edukasi (booklet dan video) terhadap keterampilan dalam deteksi dini stunting pada balita. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan pretest-posttest control group design, jumlah sampel 15 kelompok Kontrol, 15 kelompok Booklet dan 15 Kelompok Video dengan pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data diolah menggunakan uji wilcoxon, Paired t-test dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual dan booklet efektif dalam meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan skrining. efektifitas pemberian media edukasi booklet maka dilakukan uji Wilcoxon didapatkan nilai probabilitas (p) 0,001 yang berarti media edukasi video efektif dalam meningkatkan keterampilan kader dalam deteksi dini stunting. Penelitian menunjukan media video lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan kader dalam deteksi dini stunting.
Copyrights © 2021