Inspeksi Visual Asetat (IVA) merupakan cara sederhana yang dilakukan untuk deteksi dini kanker leher rahim. Rendahnya cakupan pemeriksan IVA masih menjadi permasalahan di Puskesmas Lubuk Jambi, tahun 2017 capaian pemeriksaan IVA hanya 15,3% dari target 30% sedangkan capaian pada bulan Agustus 2018 hanya 13,7% dari target 40%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku WUS dalam melakukan deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA. Rancangan penelitian cross sectional. Sampel 212 orang. Prosedur pengambilan sampel dengan metode proporsional random sampling, pengambilan data menggunakan kuisioner dan analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariate. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivariate dengan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian menunjukkan proporsi WUS yang melakukan deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA sebanyak 42,5%, variabel yang berhubungan dengan perilaku WUS dalam melakukan deteksi dini kanker leher rahim adalah pengetahuan dengan p value 0,000 (POR : 5,082), dukungan suami dengan p value 0,001 ( POR : 2,804), dan dukungan tenaga kesehatan dengan p value 0,012 (POR : 2,424) dan tidak terdapar variabel counfonding . Dapat disimpulkan bahwa wanita usia subur yang pengetahuannya kurang lebih beresiko 5 kali tidak akan melakukan pemeriksaan IVA dibandingkan ibu yang pengetahuannya baik. Diharapkan ada kerjasama Puskesmas dengan Lintas Sektor, Organisasi Wanita, dan organisasi Profesi dalam meningkatkan pengetahuan tentang pemeriksaan IVA sehingga ibu mau melakukan pemeriksaan IVA. Kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat bersama- sama memberikan dukungan kepada suami agar memberikan support kepada isterinya untuk melakukan pemeriksaan IVA. Kata Kunci : Kanker Leher Rahim, Inspeksi Visual Asam Asetat, Wanita Usia Subur
Copyrights © 2019