Latar Belakang : Jumlah anak adalah banyaknya bilangan atau hitungan anak yang dimiliki. Laju pertumbuhan penduduk ditentukan oleh tingkat kelahiran dan kematian. Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) disebabkan oleh banyak faktor seperti masih banyaknya persalinan ditolong dukun, masih banyaknya persalinan di rumah, ibu dengan keadaan 4 terlalu yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak dan terlalu sering.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, yang bertujuan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi jumlah anak pada masyarakat batak toba di Desa Siatasan Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun Tahun 2017. Populasi yaitu semua ibu yang memiliki anak lebih dari dua orang yang berjumlah 63 orang dan sampel sebanyak 63 orang. Analisa data menggunakan analisis chi – square dan regresi logistik berganda.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh faktor umur ibu (p=0,000<0,05), pendidikan ibu (p=0,047<0,05), pendapatan keluarga (p=0,037<0,05) dan budaya (p=0,031<0,05) terhadap jumlah anak. Sedangkan faktor yang lebih dominan memengaruhi jumlah anak adalah faktor budaya dengan nilai p=0,008<0,05 dan Exp (B) 4,601.Hal ini dapat diartikan bahwa faktor budaya mempunyai peluang 4,601 kali lebih besar memengaruhi jumlah anak pada masyarakat batak toba di Desa Siatasan.Kesimpulan : Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan dijadikan sebagai bahan referensi yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi terutama tentang jumlah anak yang ideal dalam sebuah keluarga.Kata Kunci : Umur Ibu, Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga, Budaya, Jumlah Anak
Copyrights © 2018