Di wilayah kerja UPT. DPPKB ditemukan penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) masih sedikit dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya, sementara sudah mulai ditargetkan setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan AKDR. Jenis penelitian kuantitatif bersifat analitik di wilayah kerja UPT. DPPKB Kecamatan Bandar pada bulan Agustus tahun 2017. Populasi berjumlah 10.429 orang dan sampel berjumlah 189 orang. Jenis penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan menggunakan desain cross section, pengambilan sampel menggunakan teknik Simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa total peserta KB berpendidikan rendah yaitu sejumlah 123 orang (65,1%), berpendidikan rendah mayoritas tidak menggunakan AKDR sebanyak 118 orang (95,9%) menggunakan hanya 5 orang (4,1%). Terdapat hubungan antara pendidikan dengan penggunaan AKDR (P=0,000<0,05). Peserta KB berpengetahuan yang rendah yaitu sejumlah 123 orang (65,1%), dengan pengetahuan rendah mayoritas tidak menggunakan AKDR sebanyak 121 orang (98,4%) yang menggunakan hanya 2 orang (1,6%). Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan AKDR (P=0,000<0,05). Perserta KB yang tidak mendapat dukungan suami sejumlah 175 orang (92,61%), yang tidak mendapat dukungan dari suami mayoritas tidak menggunakan AKDR sebanyak 164 orang (93,7%) yang menggunakan hanya 11 orang (6,3%). Terdapat hubungan antara dukungan suami dengan penggunaan AKDR (P=0,000<0,05). Diharapkan hasil penelitian dapat mempertahankan dan meningkatkan pelayanan KB khususnya AKDR di wilayah kerjanya. Kata kunci : Penggunaan AKDR, Pendidikan, Pengetahuan, Dukungan Suami
Copyrights © 2019