Program pembangunan dalam bidang kesehatan yang dilaksanakan antara lain kegiatan pemberantasan Penyakit Menular (P2M) meliputi kegiatan yang salah satunya adalah Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (P2 ISPA), baik yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif di semua aspek lingkungan kegiatan pelayanan kesehatan. Namun di wilayah kerja Puskesmas Bandar Huluan penderita ISPA pada balita tahun 2004 sebanyak 5.660 kasus, tahun 2005 sebanyak 4.731 kasus, tahun 2006 sebanyak 7.292 kasus, tahun 2007 sebanyak 7.495 kasus dan pada tahun 2008 ditemukan sebanyak 8.667 kasus, sehingga menempati urutan ketiga tertinggi ISPA dari 39 Puskesmas di kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan asap dapur berpengaruh terhadap kejadian ISPA (p=0,000). Kebiasaan merokok berpengaruh terhadap kejadian ISPA (p=0,020). Pemberian ASI Ekslusif berpengaruh terhadap kejadian ISPA. Pemberian Imunisasi berpengaruh terhadap kejadian ISPA (p=0,008). Riwayat BBLR berpengaruh terhadap kejadian ISPA (p=0,007). Â Kata kunci : Faktor-faktor yang Mempengaruhi, Kejadian ISPA, Balita
Copyrights © 2013