cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. simalungun,
Sumatera utara
INDONESIA
Senarai Kesmas Unefa
Published by Universitas Efarina
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL PENDERITA ANEMIADI PUSKESMAS HUTA BAYU Purba, Herlina
Senarai Kesmas Unefa Vol 1, No 9 (2013): Senarai Kesmas Unefa
Publisher : Senarai Kesmas Unefa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) di indonesia masih tergolong tinggi diantara negara-negara asia tenggara yaitu sebesar 307/100.000 kelahiran hidup. Penyebab AKI tersebut karena kekurangan asupan gizi selama hamil dimana nantinya dapat terjadi anemia yang dapat mengakibatkan sering terjadi perdarahan saat persalinan, eklampsia, BBLR yang meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu hamil penderita anemia. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan desain pendekatan case series yang dilakukan terhadap 77 orang ibu hamil yang mengalami anemia yang datang ke Puskesmas Huta Bayu. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari medical record. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan umur ibu hamil menderita anemia paling banyak berada pada umur 20-25 tahun sebanyak 29 orang (38%), pada usia kehamilan yaitu 4-6 bulan sebanyak 31 orang (40%), pada jarak kelahiran yaitu 2-3 tahun sebanyak 44 orang (57%), pada paritas yaitu 1-2 kali sebanyak 29 orang (38%), pada pekerjaan yaitu ibu yang bekerja sebanyak 49 orang (64%) dan pada kadar haemoglobin seluruh ibu hamil menderita anemia mengalami anemia ringan. Bahwa umur, usia kehamilan, jarak kelahiran, paritas, dan pekerjaan masih memiliki pengaruh yang dapat menimbulkan anemia pada ibu hamil.  Kata Kunci : Anemia Pada Ibu Hamil
GAMBARAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DAN KEBERSIHAN PRIBADI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR YANG MENDERITA INFEKSI KECACINGAN DI DESA KUBU COLIA KECAMATAN DOLAT RAYAT KABUPATEN KARO Tanjung, Tarista Purba
Senarai Kesmas Unefa Vol 1, No 4 (2013): Senarai Kesmas Unefa
Publisher : Senarai Kesmas Unefa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kecacingan merupakan masalah kesehatan masyakat terbanyak setelah malnutrisi, prevalensi dan intensitas tertinggi didapatkan dikalangan anak usia sekolah dasar terutama untuk jenis cacing askaris lumbrikoides Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kebersihan lingkungan dan kebersihan pribadi pada anak usia sekolah dasar yang menderita infeksi cacing askaris lumbrikoides di Desa Kubu Colia, Kecamatan Dolat Rayat. Berdasarkan hasil penelitian Penelitian menggambarkan bahwa 50% memiliki kebersihan lingkungan yang tidak bersih, dan 50% memiliki lingkungan yang bersih. Dari hasil gabungan kebersihan kuku dan kulit diperoleh data kebersihan pribadi yakni sebesar 63% dinyatakan tidak bersih dan 34% memiliki kebersihan pribadi yang bersih dari 30 orang yang menjadi responden 100% terinfeksi cacing askaris lumberikuedes menurut data dokumentasi BP HARAPAN, PUSTU, POSKESDES di Desa Kubu Colia. Perlu adanya peningkatan kerjasama antara orang tua, sekolah dan petugas kesehatan untuk memberi bimbingan, pengarahan tentang kebersihan lingkungan dan kebersihan pribadi kepada anak dalam upaya menurunkan prevalensi penyakit kecacingan.  Kata Kunci : Kebersihan Lingkungan, Kebersihan Pribadi, Kecacingan Pada Anak
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DENGAN TINDAKAN INISIASI MENYUSU DINI DI KECAMATAN SIANTAR PUSKESMAS BATU ANAM Simarmata, Marice
Senarai Kesmas Unefa Vol 1, No 9 (2013): Senarai Kesmas Unefa
Publisher : Senarai Kesmas Unefa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi menyusu dini sering disalah artikan sebagai memaksa bayi di payudara ibu segera setelah lahir. Untuk menurunkan angka kematian bayi (AKB) dilakukan kegiatan inisiasi menyusu dini. Dari data yang diperoleh di Kecamatan Siantar, bahwa dari 36 bidan yang menjadi responden diantaranya telah menerapkan tindakan inisiasi menyusu dini dalam setiap pertolongan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap bidan dengan tindakan inisiasi menyusu dini di kecamatan Siantar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan perilaku bidan dengan tindakan inisiasi menyusui dini di Kecamatan Siantar. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Siantar karena semua bidan sudah mendapat informasi inisiasi menyusu dini. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan yang bertugas di Kecamatan Siantar yang telah mendapat pelatihan IMD sebanyak 36 orang dan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Analisa data dilakukan secara deskriptif untuk melihat persentase data yang telah terkumpul dan disajikan dalam table silang. Setelah dilakukan penelitian maka diperoleh bahwa Mayoritas responden berpengetahuan baik sebanyak 26 orang (72.2%) , diperoleh bahwa responden memiliki sikap positiv sebanyak 22 orang (61.1%). Dari 36 orang tersebut terdapat 21 orang (58,4%) yang melaksanakan kegiatan inisiasi menyusu dini, dan 15 orang (41,6%) tidak melaksanakan kegiatan inisiasi menyusu dini.  Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Inisiasi Menyusu Dini.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMA BANDAR HULUANMEDAN Saragih, Josep Tamba
Senarai Kesmas Unefa Vol 1, No 4 (2013): Senarai Kesmas Unefa
Publisher : Senarai Kesmas Unefa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pembangunan dalam bidang kesehatan yang dilaksanakan antara lain kegiatan pemberantasan Penyakit Menular (P2M) meliputi kegiatan yang salah satunya adalah Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (P2 ISPA), baik yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif di semua aspek lingkungan kegiatan pelayanan kesehatan. Namun di wilayah kerja Puskesmas Bandar Huluan penderita ISPA pada balita tahun 2004 sebanyak 5.660 kasus, tahun 2005 sebanyak 4.731 kasus, tahun 2006 sebanyak 7.292 kasus, tahun 2007 sebanyak 7.495 kasus dan pada tahun 2008 ditemukan sebanyak 8.667 kasus, sehingga menempati urutan ketiga tertinggi ISPA dari 39 Puskesmas di kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan asap dapur berpengaruh terhadap kejadian ISPA (p=0,000). Kebiasaan merokok berpengaruh terhadap kejadian ISPA (p=0,020). Pemberian ASI Ekslusif berpengaruh terhadap kejadian ISPA. Pemberian Imunisasi berpengaruh terhadap kejadian ISPA (p=0,008). Riwayat BBLR berpengaruh terhadap kejadian ISPA (p=0,007).  Kata kunci : Faktor-faktor yang Mempengaruhi, Kejadian ISPA, Balita
PERILAKU IBU DALAM MELAKUKAN PENGOBATAN SENDIRI BALITANYA DI DESA SUKA KECAMATAN TIGA PANAH KABUPATEN KARO Tanjung, Tarista Purba
Senarai Kesmas Unefa Vol 1, No 9 (2013): Senarai Kesmas Unefa
Publisher : Senarai Kesmas Unefa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi ibu yang melakukan pengobatan sendiri pada balitanya di Indonesia pada tahun 2004 sebesar 24,1%. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) menunjukkan bahwa prevalensi balita Indonesia yang mengeluh sakit selama sebulan sekitar 26,24% di perkotaan dan 24,95% di pedesaan, dengan keluhan utama yaitu demam, sakit kepala, batuk dan pilek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku ibu dalam melakukan pengobatan sendiri balitanya.Panah Kabupaten Karo, Jumlah Populasi yaitu 83 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Metode pengumpulan menggunakan data Primer dan data sekunder. Pengolahan data dilakukan melalui proses editing, coding dan tabulating. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan melihat persentase data yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu mempunyai pengetahuan kurang baik tentang pengobatan sendiri balitanya (56,6%). Sikap ibu sebagian besar negatif terhadap pengobatan sendiri balitanya secara benar (59,0%). Tindakan ibu dalam kategori kurang baik dalam pengobatan sendiri balitanya yang sakit (61,4%). Kata Kunci : Perilaku Ibu, Pengobatan Sendiri
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN REMAJA TENTANG SEKS BEBAS DI DESA UJUNG PANDANG KEC. UJUNG PANDANG Sipayung, Maslina Henny
Senarai Kesmas Unefa Vol 1, No 4 (2013): Senarai Kesmas Unefa
Publisher : Senarai Kesmas Unefa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seks pada hakekatnya merupakan dorongan naluri alamiah tentang kepuasan syahwat. Perilaku remaja yang seringkali tanpa kendali menyebabkan bertambah panjangnya problem sosial yang dialaminya. Hubungan pergaulan dengan berbagai pola perilaku seks di luar rumah meningkat yang kemudian mendominasi pembentukan kepribadian baru. Kalangan remaja pada umumnya lebih sensitif menyerap struktur pergaulan bebas dalam kehidupan masyarakat. Hal inilah yang akhirnya semakin meningkatkan dampak perilaku seks bebas yang semakin lama semakin meningkatkan jumlah kasus penyakit menular seksual dan dampak sosio psikologi bagi remaja dan masyarakat. Perlakuan remaja saat berpacaran juga mencerminkan bahwa berciuman dan berpelukan dengan pasangannya sudah hal yang wajar. Banyaknya waktu yang tidak bermanfaat pada remaja sehingga memberi peluang emaja melakukan tindakan seks bebas Orang tua kurang memberi pendidikan dan pemahahaman tentang seks bebas di dalam keluarga nya khususnya yang memiliki remaja.  Kata Kunci: Perilaku, Seks Bebas, Remaja
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN SALURAN PENCERNAAN PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMI PEMATANGSIANTAR Wardati, Jumadiah
Senarai Kesmas Unefa Vol 1, No 9 (2013): Senarai Kesmas Unefa
Publisher : Senarai Kesmas Unefa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian MP-ASI pada bayi usia 0-6 bulan beresiko berbahaya karena bayi usia 0-6 bulan belum memerlukan makanan tambahan. Hal ini dapat menyebabkan resiko terjadi infeksi pada bayi meningkat. Penyakit bayi yang paling sering ditemukan dan terjadi pada saat usia 0-6 bulan adalah penyakit infeksi dan kurang gizi seperti diare, sembelit, sering muntah, dan kolik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian MP-ASI terhadap gangguan saluran pencernaan (kejadian diare, sembelit, sering muntah, dan kolik) kepada bayi usia 0 – 6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rami Pematangsiantar. Metode Penentuan Sampel yang digunakan adalah metode Simple Random Sampling, dimana setiap populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih. Metode analisa yang digunakan adalah analisa deskriptif dan analisa uji Chi-square pada tingkat sampel. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan : ada pengaruh pemberian MP-ASI terhadap kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rami Pematangsiantar; ada pengaruh pemberian MP-ASI terhadap kejadian sembelit pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rami Pematangsiantar; ada pengaruh pemberian MP-ASI terhadap kejadian sering muntah pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rami Pematangsiantar dan ada pengaruh pemberian MP-ASI terhadap kejadian kolik pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rami Pematangsiantar.  Kata kunci : Pengaruh, Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), Bayi 0-6 bulan, Diare, Sembelit, Muntah, Kolik
ASPEK MANAJEMEN PEMBERIAN IMMUNISASI TT PADA IBU HAMIL OLEH PETUGAS PUSKESMAS TANAH JAWA SIANTAR Ticeuli Sinaga Sinaga, Ticeuli
Senarai Kesmas Unefa Vol 1, No 4 (2013): Senarai Kesmas Unefa
Publisher : Senarai Kesmas Unefa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan secara berkesinambungan, berkelanjutan, menyeluruh,terarah, dan terintekrasi tersebut didasarkan pada Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang telah ditetapkan pada tahun . Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tanah Jawa Siantar. Populasi penelitian ini adalah semua petugas puskesmas yang menangani kegiatan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Pargarutan yang berjumlah 30 orang petugas yang bekerjasama dengan Pemerintah baik dibidang kesehatan maupun dibidang non kesehatan seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling yakni diambil sampel dari semua populasi yang ada yakni 30 orang. Hasil pembahasannya adalah Petugas puskesmas Pargarutan yang memberikan immunisasi TT dengan aspek manajemen perencanaan di ketahui bahwa mayoritas responden yang melaksanakan pemberian immunisasi TT pada ibu hamil di puskesmas Pargarutan Kabupaten Tapanuli Selatan yang melaksanakan aspek manajemen perencanaan baik sebanyak 6 orang (22%),cukup sebanyak 23 (76,6%), dan kurang sebanyak 1 orang (3,3%).  Kata kunci : Pemberian Immunisasi TT pada Ibu hamil
ANALISIS KANDUNGAN MIKROBIOLOGI PADA SUMUR AIRLINDI DAN KUALITAS AIR SUMUR PENDUDUK DI SEKITAR TPAS NAMO BINTANG KECAMATAN PANCUR BATU KEB. DELI SERDANG Damanik, Jhon Hotmarindo
Senarai Kesmas Unefa Vol 1, No 4 (2013): Senarai Kesmas Unefa
Publisher : Senarai Kesmas Unefa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi mengakibatkan bertambahnya volume sampah. Disamping itu, pola konsumsi masyarakat memberikan kontribusi dalam menimbulkan jenis sampah yang semakin beragam, antara lain, sampah kemasan yang berbahaya dan sulit diurai oleh proses alam. Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel air lindi dan air sumur penduduk dapat disimpulkan bahwa masih banyak air sumur penduduk yang belum memenuhi syarat kesehatan. Bagi dinas kebersihan diharapkan lebih memperhatikan keadaan TPA, bagi dinas kesehatan agar selalu memantau keadaan penduduk yang ada di sekitar TPA, dan bagi masyarakat agar lebih memperhatikan keadaan fisik sumurnya untuk menghindari terjadinya pencemaran pada air.  Kata kunci : Air Lindi dan Air Sumur Penduduk
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RSUD Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR Purba, Berindo Raflo
Senarai Kesmas Unefa Vol 1, No 9 (2013): Senarai Kesmas Unefa
Publisher : Senarai Kesmas Unefa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan akan dapat diwujudkan apabila ada interaksi antara pemberi layanan dengan penerima layanan. Penerima layanan dapat merasakan kepuasan apabila mutu layanan baik.Hasil penelitian adalah distribusi persentase terbanyak karakteristik pasien berdasarkan umur pada kelompok umur 31-40 tahun sebanyak 30 orang (49,2%), laki-laki sebanyak 19 orang (55,9%) dan SMA sebanyak 21 orang (61,6%); Distribusi pasien askes rawat inap berdasarkan pelayanan administrasi kategori baik 18 orang (52,9%), pelayanan dokter kategori baik 18 orang (52,9%), pelayanan perawat kategori baik 11 orang (32,4%), pelayanan penunjang medis kategori baik 8 orang (23,5%), pelayanan apotik kategori baik 11 orang (32,4%), dan lingkungan perawat kategori baik 17 orang (50,0%) dan pelayanan makanan kategori baik 11 orang (32,4%). Ada pengaruh antara pelayanan administrasi terhadap mutu pelayanan dengan nilai sig 0,019, Ada antara pelayanan dokter terhadap mutu pelayanan dengan nilai sig 0,019. Ada pengaruh antara pelayanan keperawatan terhadap mutu pelayanan dengan nilai sig 0,000. Tidak ada pengaruh antara pelayanan penunjang medis terhadap mutu pelayanan dengan nilai sig 0,165. Ada pengaruh antara pelayanan obat terhadap mutu pelayanan dengan nilai sig 0,000.  Kata Kunci: Mutu Pelayanan

Page 1 of 2 | Total Record : 12