Mutu pelayanan kesehatan akan dapat diwujudkan apabila ada interaksi antara pemberi layanan dengan penerima layanan. Penerima layanan dapat merasakan kepuasan apabila mutu layanan baik.Hasil penelitian adalah distribusi persentase terbanyak karakteristik pasien berdasarkan umur pada kelompok umur 31-40 tahun sebanyak 30 orang (49,2%), laki-laki sebanyak 19 orang (55,9%) dan SMA sebanyak 21 orang (61,6%); Distribusi pasien askes rawat inap berdasarkan pelayanan administrasi kategori baik 18 orang (52,9%), pelayanan dokter kategori baik 18 orang (52,9%), pelayanan perawat kategori baik 11 orang (32,4%), pelayanan penunjang medis kategori baik 8 orang (23,5%), pelayanan apotik kategori baik 11 orang (32,4%), dan lingkungan perawat kategori baik 17 orang (50,0%) dan pelayanan makanan kategori baik 11 orang (32,4%). Ada pengaruh antara pelayanan administrasi terhadap mutu pelayanan dengan nilai sig 0,019, Ada antara pelayanan dokter terhadap mutu pelayanan dengan nilai sig 0,019. Ada pengaruh antara pelayanan keperawatan terhadap mutu pelayanan dengan nilai sig 0,000. Tidak ada pengaruh antara pelayanan penunjang medis terhadap mutu pelayanan dengan nilai sig 0,165. Ada pengaruh antara pelayanan obat terhadap mutu pelayanan dengan nilai sig 0,000. Â Kata Kunci: Mutu Pelayanan
Copyrights © 2013