Sebelum munculnya penerbangan dengan biaya rendah, perusahaan besar seperti nBritish Airways mendominasi industri perusahaanjasa penerbangan Eropa. Saat tren industri mengalami peraturan yang ketat di Uni Eropa pada tahun 1997, dimana sebuah maskapai penerbangan dari satu negara anggota tidak bisa terbang dalam 1 market dosmetik yang berlainan negara, tetapiRyanair Ltd., berani memasuki industri penerbangan dengan hambatan besar tersebut. Mereka mampu menerobos pasar dengan operasional biaya rendah sambil mempertahankan keuntungan, membedakan dirinya dengan tetap menerapkan layanan kepada pelanggan yang lebihunggul, dan mencapai penghematan biaya melalui penggunaan internet. Sebagai hasil dari strategi Market Bustingnya, Ryanair Ltd.telah menjadi maskapai bertarif rendah(low-cost airlines) terbesar (salah satu operator penerbangan) di Eropa. Untuk tahun fiscal 2004, perusahaan membawa pendapatan sebesar 1,32 miliar,peningkatan 44% dari tahun sebelumnya. Ryanair Ltd.,saat ini menyediakan layanan untuk 93 kota di seluruh Eropa, tercatat lebih dari 15 juta penumpang per tahun. Perusahaan ini memiliki 45 pesawat, dengan harapan meningkatkan jumlah ini menjadi 100 pesawat pada tahun 2008. Saat ini Ryanair Ltd., telah memiliki kurang lebih 290 pesawat Boeing 737 series. Pada jurnal ini dilakukan analisis strategi dan daya saing Ryanair Ltd. Dalam mencapai keberhasilan dan kesuksesan dengan menggunakan tool Business Model Canvas (BMC). Dimana dengan penggunaan tool BMC diharapkan dapat menampilkan model bisnis yang lebih sederhana.
Copyrights © 2015