Peningkatan jumlah kasus stigma dan prasangka meningkat di Indonesia sejak pertama kali kasus COVID-19 ini dilaporkan masuk Indonesia. Stigma negatif yang terjadi di RW 01 Kaliabang Tengah ini hingga ada warga yang ingin pindah atau mengungsi dari rumahnya karena rumahnya dekat dengan warga positif COVID-19 yang sedangmelakukan isolasi mandiri kemudian anggota keluarga yang negatif juga dikucilkan dari masyarakat. Stigma negatifmasyarakat terhadap COVID-19 ini tentunya memberikan hambatan atau gangguan komunikasi bagi warga yang sedang menjalankan isolasi mandiri, maka dari itu satgas penanganan COVID-19 mengedukasi masyarakat dengankomunikasi agar stigma negatif berkurang bahkan hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal Satgas penanganan COVID-19 RW 01 Kelurahan Kaliabang Tengah dalam menghadapi stigma masyarakat bagi pasien COVID-19. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang digunakan Satgas yakni komunikasi linear, komunikasi interaksional, dan komunikasi transaksional, namun pola komunikasi yang lebih baik untuk dilakukan Satgas RW 01Kelurahan Kaliabang Tengah ini, yakni pola komunikasi interaksional berupa penyampaian pesan nasihat kepadamasyarakat dengan contoh pengalaman Satgas menangani warga positif yang telah negatif. Dapat dikatakan demikian karena komunikasi interaksional yang terjadi secara terus-menerus mendapatkan (feedback) umpan balik yang positif untuk menghadapi stigma negatif warga terhadap COVID-19 dan warga yang terkonfirmasi COVID-19
Copyrights © 2021