Informasi yang benar, akurat dan dari sumber resmi tentang virus corona amat diperlukan oleh publik. Namun publik juga disuguhkan informasi yang tidak akurat dan dari sumber tidak resmi yang disebut sebagai informasi hoaks. Dengan demikian, publik menjadi resah, gelisah dan terombang ambing dengan informasi yang simpang siur tersebut. Resah gelisah ini bertambah parah akibat dampak virus corona semakin nyata di tengah-tengah masyarakat ketika anak-anak mereka terkendala proses belajarnya di sekolah, lapangan kerja semakin sulit, harus bekerja di rumah saja atau di PHK, interaksi social dan kegiatan di rumah ibadah dibatasi. Sebenarnya masalah maraknya informasi hoaks ini harus diakui selalu ada silih berganti, bahkan amat sulit untuk dikendali apalagi untuk dihilangkan. Dalam perspektif konseling Islam, konselor amat berperan untuk memberikan layanan informasi kepada kliennya agar ia secara mandiri mampu menilai keabsahan sebuah informasi. Klien diharapkan mampu membedakan antara informasi yang jelas sumbernya dengan hoaks, antara informasi yang benar dan tepat dengan informasi yang bersifat menyebarkan fitnah dan kebencian. Di samping itu, klien diharapkan secara cerdas mampu memilih informasi yang dapat meneguhkan hati dan mampu menghindari informasi-informasi hoaks yang membuat dirinya mengalami resah gelisah dan kecemasan.
Copyrights © 2021