Berbagai aliran konseling Barat yang diterapkan di Indonesia dilahirkan dan dikembangkan oleh tokoh-tokoh yang tidak diragukan kapasitas keahliannya, tetapi prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya yang boleh jadi cocok untuk masyarakat Barat, tidak secara otomatis dapat diterapkan pada masyarakat lain, masyarakat Muslim Indonesia misalnya. Berbeda halnya dengan pemikiran Mohd Djawad Dahlan yang lebih menekankan pada pengembangan konseling Islam dengan merujuk pada sumber utama ajarannya, yakni al-Qur’an dan hadis. Di antara pemikiran Mohammad Djawad Dahlan yang disajikan di sini adalah mengenai kekuatan kalbu, konsep manusia berkualitas dan pengembangan fitrah manusia. Implikasinya adalah konseling Islam harus berbasis religius dan ditujukan untuk pengembangan fitrah kemanusiaan. Implikasi ini amat penting artinya, karena manusia yang lahir dengan membawa potensi fitrah itu dituntut adanya pengembangan ke arah terbinanya manusia sehat dan sempurna.
Copyrights © 2021