Kitab suci merupakan jalan untuk mempelajari ajaran dari suatu agama. Agama Hindu memiliki kitab suci yang disebut dengan Veda, Veda disini bukan merujuk pada sebuah kitab, namun Veda terdiri dari banyak kitab yang sudah dikelompokkan atau sudah dikodifikasikan. Munculnya fenomena konflik masyarakat Hindu Bali dengan aliran sampradaya mewajibkan kita untuk menggali kembali sistem filsafat yang ada dalam agama Hindu. Istilah Dvaita, Visistadvaita,  dan Advaita, menjadi istilah-istilah yang dikaji lebih mendalam lagi untuk menganalisis aliran yang sesuai dengan filsafat-filsafat tersebut. ÅšvetÄÅ›vatara Upaniá¹£ad merupakan salah satu kitab suci yang akan dibahas ajarannya dalam tulisan ini. Paham advaita Vedanta menjiwai Upaniá¹£ad ini, segala sesuatu yang ada merupakan Tuhan, sedangkan yang lainnya bersifat maya. Adapun paham panteisme dan monisme yang ada secara bersamaan dalam ÅšvetÄÅ›vatara Upaniá¹£ad. Panteisme berkaitan dengan imanensi sedangkan monisme berkaitan dengan transendensi. Hal ini menunjukkan ajaran dalam ÅšvetÄÅ›vatara Upaniá¹£ad erat kaitannya dengan ajaran-ajaran tattwa dalam teks lontar yang ada di Bali, salah satunya yaitu lontar Tattwa Jnana yang dimana memiliki konsep yang serupa dengan yang ada dalam ÅšvetÄÅ›vatara Upaniá¹£ad. Yoga merupakan sarana untuk memurnikan sang atman agar dapat bersatu kembali dengan brahman.Â
Copyrights © 2021