Tumotowa
Vol 4 No 2 (2021): Tumotowa

Taman dan Lapangan Awal Abad ke-19 Sampai Awal Abad ke-21 di Kota Makassar: Kajian Arkeologi Perkotaan

Cresentia Zita Octaviani (Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur)



Article Info

Publish Date
14 Dec 2021

Abstract

Ruang terbuka hijau publik dalam hal ini taman dan lapangan awal abad ke-19 hingga awal abad ke-20 merupakan bagian dari elemen kota Makassar. Taman dan lapangan yang terbagi berdasarkan peta lama awal abad ke-19 dan peta awal abad ke-20 terdiri dari: Koningsplein, Schietterrein voor Infanterie, Schietterrein voor Artillerie, Prins Hendrik Plein, Englsch Plein, Juliana Park dan Kerk Plein. Tulisan ini mengistilahkan “park” dalam penyebutan taman kota dan istilah “plein” dalam penyebutan lapangan. Penelitian ini dilatari oleh fenomena perkembangan bangunan yang semakin pesat di kota Makassar sehingga ruang terbuka hijau sebagai bagian esensial perkotaan semakin berkurang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan arkeologi perkotaan dalam analisis kartografi terhadap peta lama awal abad ke-19 hingga awal abad ke-20 melalui overlay peta dengan kondisi eksisting lahan saat ini. Metode penelitian kualitatif juga dilakukan untuk menginterpretasi data berdasarkan studi pustaka dan observasi lapangan. Tulisan ini menghasilkan jumlah penurunan ketersediaan lahan ruang terbuka hijau publik dari awal abad ke-19 berjumlah 484.619 m² menjadi 344.828 m² saat ini (awal abad 21).

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

tumotowa

Publisher

Subject

Arts Humanities Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Social Sciences

Description

Tumotowa merupakan sarana publikasi dan informasi hasil penelitian dan pengembangan di bidang arkeologi dan ilmu terkait. Tumotowa diterbitkan oleh Balai Arkeologi Sulawesi Utara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal ini menyajikan artikel orisinal, tentang pengetahuan dan informasi hasil ...