Menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan terdapat 300 juta orang menderita asmabronkhial, tahun 2025 diperkirakan jumlah pasien asma bronkhial mencapai 400 juta. Data dariberbagai negara menunjukan bahwa prevelensi penyakit asma bronkhial berkisar antara 1-8%. Asmabronkhial merupakan masalah yang cukup tinggi di RSU Mayjen H.A Thalib Kabupaten Kerinci.Orthopneic merupakan adaptasi dari posisi fowler tinggi, klien duduk di tempat tidur atau sampingtempat tidur dengan meja yang menyilang di atas tempat tidur (Poltekes Kemenkes Maluku, 2011 :74). Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui hasil penerapan posisi orthopneic untukmengatasi ketidakefektifan pola nafas pada Tn.M dan Tn.R dengan Asma Bronkhial di Ruang ParuRSU Mayjen H.A Thalib Kabupaten Kerinci. Sumber data objektif dan subjektif yang diperolehmelalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik. Masalah yang sama ditemkan pada kedua kliendengan masalah ketidakefektifan pola nafas yang berhubungan dengan dispnea. Implementasi yangdilakukan dengan penerapan posisi orthopneic untuk mengatasi ketidakefektifan pola nafas, tindakanini diterapkan pada hari pertama klien dirawat dan dilakukan selama tiga hari setelah hari ketigamasalah ketidakefektifan pola nafas yang dirasakn klien Tn.M dan Tn.R dapat berkurang. Diharapkanbagi penulis dapat dijadikan bahan perbandingan antara tinjauan teori dengan kasus. Bagi institusipendidikan dapat bahan acuan pendidikan kepada mahasiswa/i dalam memberikan asuhankeperawatan dan bagi rumah sakit dapat dijadikan sebagai pedoman dan tuntutan dalam memberikanasuhan keperawatan pada klien Asma Bronkhial di Rumah Sakit Umum Mayjen H.A ThalibKabupaten Kerinci.Kata Kunci : Asma Bronkhial, Ketidakefektifan Pola Nafas, Posisi Orthopneic
Copyrights © 2020