Articles
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST OPERASI DI RUANG BEDAH DAN VIP RSU MAYJEN H.A THALIB KERINCI TAHUN 2017
Novita Amri
Menara Ilmu Vol 13, No 5 (2019): Vol. XIII No. 5 April 2019
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33559/mi.v13i5.1355
Based on data of the World Health Organization (WHO), the number of patients with surgery reached a very significant increase from year to year. Recorded in 2011 there were 140 million patients in all hospitals in the world, whereas in 2012 the data increased by 148 million. The mobilization is very important to accelerating the recovery and reducing the risk for long bedrest such as the stiffness or tension in the muscles of the body, blood circulation disorders, and impaired peristalsis or micturition. The purpose of this study to determine the relationship of the nurses knowledge level and attitude with the implementation of early mobilization in postoperative patients in the operating room and VIP Danau Lingkat RSUD Mayjen H.A Thalib Kerinci in 2017. This type of research is descriptive analytic research with cross sectional design, with a sample of 40 people. Data collected through interviews and questionnaires given to the respondent, then the data were analyzed by Univariate and Bivariate Analysis showed (55.0%) of respondents are not good on implementing of early mobilization, (60.0%) of respondents have low levels of knowledge, (57.5%) of respondents who have a negative attitude. There is a relationship between the level of knowledge with the implementation of early mobilization (p-value = 0.028), there is a relationship between atttitude with the implementation of early mobilization in the operating room and VIP Danau Lingkat RSUD Mayjen H.A Thalib Kerinci in 2017. Keywords : Mobilization, Knowledge, Attitude References : 30 (2000-2015)
PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING
Novita Amri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 2 (2021): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v3i2.1342
Stunting merupakan istilah untuk penyebutan anak yang bertumbuh tidak sesuai dengan ukuran yang semestinya (bayi pendek). Stunting (bayi pendek) adalah keadaan tubuh yang sangat pendek hingga melampauai defisit 2 SD di bawah median panjang atau tinggi badan populasi yang menjadi referensi internasional. Sekitar 8,8 juta anak Indonesia menderita Stunting (tubuh Pendek) karena kurang gizi. Data Riset Kesehatan Dasar (Rskesdas) 2013 mencatat angka kejadian stunting nasional mencapai 37,2 %. Angka ini meningkat dari 2010 sebesar 35,5 % (Rizma, 2016).Tujuan penyuluhan ini agar orang tua mampu memahami tentang masalah Stunting dan cara mencegahnya. Metode yang digunakan adalah Ceramah dan Tanya Jawab dengan media leaflet dan LCD. Oleh karena itu dalah hal ini dipelukan upaya pencegahan stunting salah satunya dengan penyuluhan stunting bagaimana cara mencegah stunting diberikan kepada orang tua anak.Kata Kunci :Stunting, Pengetahuan
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HIPERTENSI
Novita Amri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 2 (2020): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v2i2.803
Hipertensi merupakan keadaan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Hipertensi sering menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan semakin tingginya tekanan darah. Di Indonesia banyaknya penderita hipertensi diperkirakan 15 juta orang tetapi hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevalensi 6-15% pada orang dewasa, 50% diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui faktor resikonya, dan 90% merupakan hipertensi esensial. Saat ini penyakit degeneratif dan kardiovaskuler sudah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tujuan Kegiatan Ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Tanjung Muda tentang Hipertensi. Metode yang digunakan ceramah/penyuluhan, simulasi, dan diskusi. Kegiatan ini menghasilkan pengetahuan masyarakat tentang Hipertensi. Diharapkan masyarakat mampu memahami tentang Hipertensi, penyebab Hipertensi, tanda dan gejala Hipertensi, akibat lanjut Hipertensi, makanan yang tidak boleh dimakan, dan obat tradional Hipertensi.
EDUKASI TENTANG REMATIK
Novita Amri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 1 (2020): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v2i1.648
Seiring dengan meningkatnya umur harapan hidup yang ditandai dengan banyaknya lanjut usia yang hidup ditahun 2000 yaitu sebanyak 9,99% dari 22.277.700 jiwa penduduk indonesia dan diperkirakan umur harapan hidup tersebut akan meningkat pada tahun 2020 bagi kelompok umur 65-70 tahun terjadi 11,09 % dari 29. 120.000 jiwa penduduk indonesia. Rematik merupakan penyakit yang menyerang anggota gerak, yaitu sendi, otot, tulang dan jaringan sekitar sendi. Sampai sekarang ini penyebab pasti masih belum diketahui tetapi ada yang mengatakan karena mycoplasma, virus dan sebagainya. Tujuan Kegiatan Ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Tanjung Muda tentang Rematik. Metode yang digunakan ceramah/penyuluhan, simulasi, dan diskusi. Kegiatan ini menghasilkan pengetahuan masyarakat tentang Reumatik. Diharapkan masyarakat mampu memahami tentang Reumatik, penyebab Reumatik, tanda dan gejala Reumatik, akibat lanjut Reumatik, makanan yang tidak boleh dimakan, dan obat tradional Reumatik.
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MENCUCI TANGAN
Novita Amri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v1i1.649
Tangan adalah media utama penularan kuman-kuman penyebab penyakit yang diakibatkan kurangnya kebiasaan cuci tangan. Anak-anak merupakan penderita tertinggi dari penyakit diare dan penyakit pernafasan, hingga tidak jarang berujung pada kematian. Sabun telah sampai hampir ke seluruh rumah di Indonesia, namun hanya sekitar 3% yang menggunakan sabun setiap tahun. Rata-rata 100.000 anak di Indonesia meninggal dunia karena diare. Angka kematian anak di Indonesia mencapai 32 per 1.000 kelahiran hidup. Angka kematian tersebut hampir 19% disebabkan karena diare. Perilaku masyarakat Indonesia terhadap 5 waktu penting cuci tangan pakai sabun (CTPS) dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan mampu demonstrasi latihan hand hygiene pada. Dampak dari pengetahuan dan pemahaman yang kurang tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mencuci tangan menjadi salah satu faktor penyebab tingginya kasus penyebaran penyakit menular seperti diare, DBD, kecacingan dan lain-lain. Manfaat dari mengenalkan PHBS sejak dini akan berpengaruh terhadap perilaku anak yaitu membangun kesadaran sehat pada anak. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan secara langsung kepada masyarakat umum dan anak-anak khususnya dengan proses pembelajaran bermain sambil belajar. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan penyuluhan dan pelatihan berjalan dengan baik dan peserta aktif mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan sampai selesai. Penyuluhan dan pelatihan dilakukan dengan interaktif antara narasumber dengan peserta pelatihan. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat dapat berjalan dengan baik dan lancar. Peserta antusias dan dapat bekerjasama dengan baik.
PENGARUH AMBULASI DINI TERHADAP KETIDAKNYAMANAN AKIBAT NYERI PASIEN POSTKATETERISASI JANTUNG DI RUANG RAWAT INAP INSTALASI PUSAT JANTUNG DI KOTAPADANG
Novita Amri;
Bri Novrika
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1320
Kateterisasi jantung merupakan suatu prosedur tindakan penyakit jantung koroner (PJK) mendiagnosis dan mengobati yang merupakan diagnostik tetap angiografi koroner untuk mengetahui berbagai bentuk dan struktural penyakit jantung koroner .Tindakan kateterisasi jantung menimbulkan beberapa komplikasi dengan menimbulkan rasa tidak nyaman (nyeri pinggang, punggung dan pada lipatan paha), perdarahan serta bertambahnya hari rawat dan meningkatkan biaya perawatan. Penanganan pada pasien post kateterisasi jantung pada umumnya dilakukan dengan terapi farmakologi yang bertujuan untuk menurunkan gejala yang ditimbulkan. Tetapi belum menunjukkan perbaikan dalam mengurangi nyeri. Metode pengobatan non farmakologi dengan melakukan tindakan keperawatan diharapkan mampu melengkapi pengobatan farmakologi dalam mengurangi nyeri dengan ambulasi dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh ambulasi dini terhadap ketidaknyamanan akibat nyeri pasien post kateterisasi jantung. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Experiment dengan pendekatan Two Group Pretes and Posttes design. Penelitian ini dilakukan pada pasien penderita post kateterisasi jantung dengan kelompok intervensi 16 responden dan kontrol 16 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji statistik t-indenpenden. Luaran yang direncakanan adalah artikel ilmiah di muat di jurnal internasional, jurnal terakreditasi nasional terindeks dan pembuatan draf buku ajar yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran keperawatan medikal bedah. Tingkat Kesiapan Teknologi dalam penelitian ini adalah 3 dengan pembuktian konsep tentang ambulasi dini terhadap ketidaknyamanan nyeri akibat post kateterisasi jantung. Hasil penelitian diperoleh rata-rata skala nyeri kelompok intervensi sebelum ambulasi dini adalah 3,63 dengan standar deviasi 1,061 dan rata-rata skala nyeri kelompok intervensi sesudah ambulasi dini adalah 0,38 dengan standar deviasi 0,518. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata skala nyeri pasien sebelum tanpa ambulasi dini adalah 3,38 dengan standar deviasi 0,916 dan sesudah tanpa ambulasi dini 3,75 dengan standar deviasi 0,463. Sehingga didapatkan pengaruh ambulasi dini terhadap ketidaknyamanan akibat nyeri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai P value 0,001. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh ambulasi dini pada pasien post kateterisasi jantung.Kata Kunci : Post Kateterisasi Jantung;Ketidaknyamanan Akibat Nyeri;Ambulasi Dini
PENERAPAN POSISI ORTHOPNEIC UNTUK MENGATASI KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAFAS PADA PASIEN DENGAN ASMA BRONKHIAL DI RUANG PARU RSU MAYJEN H.A THALIB KABUPATEN KERINCI
Novita Amri
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jsm.v2i2.1297
Menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan terdapat 300 juta orang menderita asmabronkhial, tahun 2025 diperkirakan jumlah pasien asma bronkhial mencapai 400 juta. Data dariberbagai negara menunjukan bahwa prevelensi penyakit asma bronkhial berkisar antara 1-8%. Asmabronkhial merupakan masalah yang cukup tinggi di RSU Mayjen H.A Thalib Kabupaten Kerinci.Orthopneic merupakan adaptasi dari posisi fowler tinggi, klien duduk di tempat tidur atau sampingtempat tidur dengan meja yang menyilang di atas tempat tidur (Poltekes Kemenkes Maluku, 2011 :74). Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui hasil penerapan posisi orthopneic untukmengatasi ketidakefektifan pola nafas pada Tn.M dan Tn.R dengan Asma Bronkhial di Ruang ParuRSU Mayjen H.A Thalib Kabupaten Kerinci. Sumber data objektif dan subjektif yang diperolehmelalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik. Masalah yang sama ditemkan pada kedua kliendengan masalah ketidakefektifan pola nafas yang berhubungan dengan dispnea. Implementasi yangdilakukan dengan penerapan posisi orthopneic untuk mengatasi ketidakefektifan pola nafas, tindakanini diterapkan pada hari pertama klien dirawat dan dilakukan selama tiga hari setelah hari ketigamasalah ketidakefektifan pola nafas yang dirasakn klien Tn.M dan Tn.R dapat berkurang. Diharapkanbagi penulis dapat dijadikan bahan perbandingan antara tinjauan teori dengan kasus. Bagi institusipendidikan dapat bahan acuan pendidikan kepada mahasiswa/i dalam memberikan asuhankeperawatan dan bagi rumah sakit dapat dijadikan sebagai pedoman dan tuntutan dalam memberikanasuhan keperawatan pada klien Asma Bronkhial di Rumah Sakit Umum Mayjen H.A ThalibKabupaten Kerinci.Kata Kunci : Asma Bronkhial, Ketidakefektifan Pola Nafas, Posisi Orthopneic
EFEKTIFITAS ORAL HYGIENE DENGAN KAYU SIWAK (SALVADORA PERSICA) UNTUK MENCEGAH HALITOSIS PADA PASIEN STROKE DI RSUD MAYJEN H.A. THALIB KERINCI - JAMBI
Novita Amri;
Anwar Wardi Warogan;
Nana Supriyatna
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jsm.v4i1.1296
Latar belakang dan tujuan: Stroke merupakan penyakit akibat gangguan peredaran darah otak yang dipengaruhi oleh banyak faktor risiko terdiri dari yang tidak dapat diubah berupa usia dan jenis kelamin dan yang dapat diubah seperti hipertensi, peningkatan kadar gula darah, dislipidemia, dan pekerjaan (Cintya, Yuliarni, Susila,2012). Kelemahan juga bisa menyebabkan seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan personal hygienenya secara mandiri, sehingga pasien stroke beresiko defisit perawatan diri seperti oral hygiene dan salah satu akibatnya adalah halitosis. Di negara maju, 8-50% dari orang merasa bahwa mereka memiliki berulang terus-menerus episode malodour oral (halitosis) . Pasien stroke yang mempunyai keterbatasan fisik dalam melakukan oral hygine sebagian besar mengalami halitosis. Berdasarkan teori self care dari Dorothea Orem (tahun 1979, dalam Alligood, tahun 2014) mengatakan bahwa pasien mengalami defisit perawatan diri, oleh karena itu butuh bantuan perawat dalam perawatan diri termasuk dalam perawatan oral hygiene. Siwak mulai digunakan untuk membersihkan gigi dan mulut sejak 7000 tahun lalu. Menurut Almas K, (1999). Kayu siwak direkomendasikan sebagai alat kebersihan mulut untuk promosi kesehatan di negara berkembang. variable independen (bebas) dalam penelitian ini adalah oral hygiene menggunakan kayu siwak. Sedangkan variable dependennya (terikat) adalah derajat atau skor halitosis yang diukur dengan menggunakan indikator Vlatile Sulfur Compounds/VSCs yang menggunakan alat Tanita Breath Checker. Metode:Adapun variabel counfonding (perancu) yang terdiri atas: usia, hambatan mobilitas fisik. penelitian ini adalah dengan desain quasi eksperimen pre and post without control group. Penelitian yang dilaksanakan adalah dengan memberikan perlakuan pada kelompok intervensi. populasi adalah semua pasien stroke yang dirawat dan menggunakan total sampling. Ekspetasi hasil: Pemakaian siwak efektif untuk mencegah halitosis pada pasien stroke.Kata Kunci : Oral Hygiene, kayu siwak, Halitosis dan stroke
PENGETAHUAN PASIEN TENTANG HIPOTERMI
Novita Amri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v4i1.1499
Hipotermia adalah keadaan suhu inti tubuh dibawah 36ºC (normotermi: 36,6º C-37,5ºC). Hipotermia merupakan suatu kondisi kedaruratan medis yang dapat timbul ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada produksi panas. Ketika suhu tubuh turun, sistem saraf dan organ lain tidak dapat bekerja normal. Jika tidak ditindaklanjuti, hipotermia akhirnya dapat menyebabkan kegagalan jantung dan sistem pernapasan, dan bahkan kematian. Berdasarkan data yang diperoleh dari World Health Organization (WHO) jumlah pasien dengan tindakan operasi mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun. Tujuan setelah diberi penyuluhan pasien mampu memahami tentang cara menjaga agar pasien tidak terjadi hipotermi lagi. Metode yang digunakan adalah Ceramah dan Tanya Jawab dengan media leaflet dan LCD. Oleh karena itu dalah hal ini dipelukan upaya pencegahan hipotermi pasien post operasi.Kata Kunci :Hipotermi, Pengetahuan
EFEKTIVITAS PEMBERIAN SERBUK KULIT KAYU MANIS TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMANTAN
Novita Amri
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jsm.v5i1.1501
Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dimana terjadi kenaikan kadar gula darah yang dikarenakan adanya kelainan sekresi dari hormon insulin. Berdasarkan data dari Dinas Kabupaten Kerinci tahun 2020 terdapat 206 orang dengan kasus Diabetes mellitus sedangkan berdasarkan data Puskesmas Kemantan didapatkan data klien berdasarkan kunjungan yaitu 16 orang klien. Cara pengobatan diabetes mellitus tipe II secara herbal yaitu menggunakan serbuk kulit kayu manis yang berfungsi sebagai antidiabetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian serbuk kulit kayu manis terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM tipe II di wilayah kerja puskesmas Kemantan tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment dengan pendekatan Two Group Pretest-Posttest Design yang dilaksanakan tanggal 14 Februari s/d 18 April 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien DM tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Kemantan sebanyak 16 orang. Teknik sampel Total Sampling dengan jumlah 16 orang yang terdiri dari 8 orang kelompok eksperimen dan 8 orang kelompok kontrol. Data diolah secara komputerisasi dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji T Test Independent. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata kadar gula darah pada kelompok intervensi setelah diberikan serbuk kulit kayu manis adalah 202,38 mg/dL sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan kadar gula darah adalah 323,75 mg/dL. Berdasarkan uji statistik didapatkan p value = 0,004 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa serbuk kulit kayu manis efektif untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe II.Kata Kunci : Serbuk Kulit Kayu Manis, Penurunan Kadar Gula Darah, Pasien DM Tipe II