Indonesia is an agrarian country, where most of the population lives in agriculture. Even until now, most of Indonesia's population uses nature to support their needs and one of them is by depending on the agricultural sector. Many agricultural lands can usually be found in peri-urban areas, one of which will be discussed here is Karawang Regency, one of the areas in peri-urban areas with a very high agricultural land area. Karawang has had a crisis in its agricultural sector in recent years, the main reason being land usage change and flood that caused their production value and number to decrease drastically. An architectural project cannot solve the flood problem, or solve the shortage of agricultural land in one whole city. But we can still help even if it is only by being an example for the surrounding community, that there is always a way out, so that agricultural production can still be optimal even though agricultural land is reduced. In this journal paper, we will discuss how to solve the crisis problem that occurred in the Karawang area, by bringing up an idea in the form of an architectural building that can be a way out of solving this agricultural problem.Keywords: agrarian; Flood; Karawang Farm AbstrakIndonesia adalah negara agraris, dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian. hingga kini, mayoritas penduduk Indonesia memanfaatkan alam untuk menunjang kebutuhan hidupnya dan salah satunya dengan menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Banyaknya lahan pertanian biasanya dapat ditemui di daerah peri kota, salah satunya yang akan dibahas disini yaitu Kabupaten Karawang, salah satu daerah di peri kota dengan luas lahan pertanian yang sangat tinggi. Karawang telah mengalami krisis pada sektor pertaniannya beberapa tahun ini, penyebab utamanya yaitu karena pengalihan lahan dan musibah banjir yang menyebabkan menurunnya hasil produksi pertanian mereka. Satu proyek arsitektur memang tidak bisa menyelesaikan permasalahan banjir, ataupun menyelesaikan permasalahan berkurangnya lahan pertanian yang ada pada satu kota, namun kita masih tetap bisa membantu walau hanya dengan cara menjadi contoh bagi masyarakat sekitar, bahwa ada jalan keluar dan cara lain agar hasil produksi pertanian masih bisa optimal walaupun lahan pertanian berkurang. Dalam tulisan jurnal ini, akan dibahas bagaimana arsitektur bisa berkontribusi menyelesaikan permasalahan krisis pertanian yang terjadi di daerah Karawang, dengan memunculkan sebuah gagasan dalam bentuk bangunan arsitektur yang dapat menjadi salah satu jalan keluar penyelesaian masalah pertanian ini.
Copyrights © 2021