The current global phenomenon, Covid-19 pandemic, encourages people to change their lifestyles. Some of them are studying, working, and doing activities from home. And then this can cause a reaction in the form of panic buying in adapting. In the process, humans began to use e-commerce which then had a significant impact on increasing waste. This increasing happens because there's a reciprocal relationship between humans and their environment or commonly called ecology. But long before that, the waste problem has not been resolved due to the lack of public awareness. People don't have a responsible attitude towards the waste that they produced. In particular, food waste occupies the highest percentage of global wastes. But this contrasts with the fact that 8.9% of the world's population is still hungry. It is not only an economic and global warming problem, but this also consumes limited natural resources in the environment. The layering diagram method (Sutanto, 2020) is applied to create responsible waste management. It is related to the analysis of potential, needs, site, and activities. And for the distribution of the program is based on the Food Recovery Hierarchy (USEPA, 2020) related to reduce, reuse, and recycle. The application of this method then produces a hybrid program in the form of recreation and processing. Collaboration extends the life cycle of waste in the community activity space providing an opportunity to play a role. The existence of spaces for gathering, discussing, processing, and planting, is the embodiment of the hybrid program. In addition, the process is also collaborated by the role of technology as part of future processing. Keywords: ecology; food waste; reduce; reuse; recycle. Abstrak Fenomena global yang terjadi saat ini yakni pandemi Covid-19, mendorong manusia untuk mengubah gaya hidupnya. Beberapa diantaranya ialah belajar, bekerja, dan beraktifitas dari rumah. Hal ini kemudian menimbulkan reaksi berupa panic buying dalam beradaptasi. Dalam prosesnya, manusia mulai berkembang ke penggunaan e-commerce yang kemudian memberikan dampak cukup signifikan pada peningkatan sampah. Ini merupakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya atau biasa disebut ekologi. Namun jauh sebelum itu permasalahan sampah memang belum terselesaikan akibat minimya kesadaran masyarakat untuk memiliki sikap bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Khususnya sampah makanan yang menduduki persentase tertinggi dan juga kontras dengan kenyataan bahwa 8.9% dari populasi dunia masih kelaparan. Hal ini menjadi penting karena sampah makanan bukan hanya masalah ekonomi dan pemanasan global, namun juga menghabiskan sumber daya alam yang terbatas di lingkungan. Dengan tujuan untuk menciptakan pengolahan sampah yang bertanggungjawab, maka diterapkan metode diagram layering (Sutanto, 2020) terkait analisis potensi, kebutuhan, tapak, dan aktifitas. Serta pembagian programnya di dasari oleh Food Recovery Hierarcy (USEPA, 2020) terkait reduce, reuse, dan recycle. Penerapan metode ini kemudian menghasilkan hybrid program berupa rekreasi dan pengolahan. Kolaborasi memperpanjang siklus hidup sampah dalam ruang kegiatan masyarakat memberikan kesempatan untuk berperan. Hal ini diwujudkan dengan adanya ruang – ruang untuk berkumpul, berdiskusi, mengolah, dan menanam. Selain itu prosesnya juga dibantu dengan peran teknologi sebagai bagian dari pengolahan masa depan.
Copyrights © 2021