Penulisan bentuk butir soal merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam menyiapkan bahan ulangan harian, ujian semester, ujian sekolah dan lainnya terutama dalam pembuatan soal-soal di RPP. Kenyataan yang terjadi di sekolah bahwa guru jarang menyusun soal, biasanya mempergunakan soal yang sudah ada, tinggal menyesuaikan dengan pokok bahasan yang diajarkan. Keadaan seperti ini juga terjadi di SDN Bangunrejo Kidul 3 Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi. Sehingga sering terjadi tidak tepat antara bahan ajar dengan tes pada semester bersangkutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun soal tes tertulis yang ditandai dengan bertambahnya jumlah soal dengan kategori baik. Hasil penelitian pada siklus I tingkat kemampuan diketahui bahwa dari 7 guru kelas terdapat kesalahan pada aspek EYD sebanyak 5, pada aspek kaidah penulisansoal 5; dan pada kesesuaian materi terdapat 3 kesalahan. Total kesalahan sebanyak 15, sedangkan yang sesuai atau yang sudah benar pada aspek EYD sebanyak 7 atau (46%), pada aspek kaidah penulisan soal 8 atau (62%); dan pada kesesuaian materi terdapat 10 atau (77%). Total yang sudah sesuai dengan indikator yang ditentukan sebanyak 24 atau (62%). Pada Siklus II diketahui terdapat kesalahan pada aspek EYD sebanyak 3, pada aspek kaidah penulisan soal 0; dan pada kesesuaian materi terdapat 0 kesalahan. Total kesalahan sebanyak 3, sedangkan yang sesuai atau yang sudah benar pada aspek EYD sebanyak 10 atau (77%), pada aspek kaidah penulisan soal 13 atau (100%); dan pada kesesuaian materi terdapat 13 atau (100%). Total yang sudah sesuai dengan indikator yang ditentukan sebanyak 36 atau (92%). Penelitian tindakan sekolah ini menunjukkan adanya perubahan sekolah yang sangat baik, diantaranya meningkatnya kemampuan guru kearah yang lebih baik dalam penyusunan butir soal.
Copyrights © 2022