Latar Belakang : Kala I dikatakan memanjang apabila telah berlangsung lebih dari 24 jam pada primipara dan 18 jam pada multipara. Fase laten yang melampaui waktu 20 jam pada primigravida atau waktu 14 jam pada multipara merupakan keadaan abnormal. Fase aktif pada multipara yang berlangsung lebih dari 6 jam (rata-rata 2,5 jam) dan laju dilatasi serviks yang kurang dari 1,5 cm per jam merupakan keadaan abnormal. Berdasarkan data di Puskesmas Baamang I tahun 2020, dari 608 orang ibu bersalin, terdapat 21 orang ibu bersalin yang mengalami persalinan kala I memanjang, (Pillitteri,2013). Tujuan Penelitian : Mengetahui Hubungan Paritas Ibu Dengan Kejadian Persalinan Kala I Memanjang Di Puskesmas Baamang I Tahun 2020. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode analitik retrospektif dengan desain penelitian cross sectional. Yang dilakukan di Puskesmas Baamang I pada tahun 2020 dengan jumlah sampel 21 orang yang menggunakan teknik total sampling dari data sekunder. Variabel bebas paritas dan variabel terikat persalinan kala I memanjang. Hasil : hasil analisis menggunakan uji chi square dari 21 responden paritas dengan primipara 11 orang (52,4%), multipara 10 orang (47,6%), dan grandemultipara 0 orang (0%). Sedangkan kala I memanjang fase laten 3 orang (14,3%) dan kala I memanjang fase aktif 18 orang (85,7%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan persalinan kala I memanjang karena nilai p value = 1.000 (> 0,05). Simpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas ibu bersalin dengan kejadian persalinan kala I memanjang di Puskesmas Baamang I Tahun 2020. Kata Kunci : Paritas, kala I, persalinan.
Copyrights © 2021