Keberlangsungan hidup satwa terintegrasi dengan ekosistem yang dijaga oleh manusia. Namun, diantaranya sudah mengalami pengurangan jumlah populasinya. Penyebab utama satwa menjadi langka yaitu berasal dari ulah manusia itu sendiri dengan merusak habitat akibat dari pemburuan liar. Edukasi terhadap satwa langka kepada anak usia dini sangat dianjurkan untuk salah satu materi pengetahuan umum dasar. Teknologi media pembelajaran saat ini telah beragam, salah satunya teknologi Augmented Reality (AR). Tujuan adanya penelitian ini adalah memberikan daya tarik terhadap anak-anak untuk belajar sekaligus bermain. Melalui aplikasi yang dibangun menggunakan teknologi AR dengan studi kasus satwa langka Indonesia dapat mempermudah anak-anak untuk mengenali beberapa satwa yang masuk ke dalam kategori langka. Selain itu, untuk menambahkan rasa empati terhadap keberlangsungan hewan yang sudah sedikit populasinya maupun yang masih banyak. Aplikasi ini disusun dengan algoritma FAST Corner Detection (FCD) dan Natural Feature Tracking (NFT) serta metode marker based tracking sebagai penanda pola marker yang akan digunakan untuk memunculkan objek berupa satwa langka di Indonesia. Hasil pengujian terhadap 3 (tiga) versi android bahwa algoritma FCD ditentukan oleh keakuratan gambar yang berperan terhadap metode NFT saat melakukan pendeteksian marker. Aplikasi ini dapat digunakan dengan jarak 5cm - 150cm melalui intensitas cahaya yang cukup dengan kemiringan sudut antara 200 - 900.
Copyrights © 2022